RADAR JOGJA - Pernahkah kamu berfikir tentang sisa makanan dari jamuan sarapan di hotel?
Apakah sisa makanan selezat itu dibuang begitu saja?
Mirisnya, sebagian besar sisa makanan lezat di hotel akan dibuang.
Indonesia, pada tahun 2022, menghasilkan 16,3 Juta ton sampah makanan, menempati peringkat ke-8 negara penghasil sampah makanan di Dunia.
Jumlah sampah makanan Indonesia mencapai 40 persen dari total sampah di Indonesia.
Mirisnya, ada 22,4 Juta rakyat Indonesia yang kekurangan makanan.
Faktanya, meski dapat terurai, sampah makanan juga memberi pengaruh yang besar terhadap perubahan iklim.
Sampah makanan mengeluarkan gas metana, gas rumah kaca yang lebih berbahaya dari karbon dioksida.
Atas dasar ironi tersebutlah komunitas Berbagi Bites Jogja (BBJ) lahir.
Komunitas ini begerak mengatasi food waste di wilayah Yogyakarta.
Sejak pertama kali diluncurkan pada Juni 2024, BBJ terus mengadakan kegiatan dengan tujuan mengurangi kelaparan dan limbah makanan penyebab emisi karbon.
Komunitas ini berfokus pada gerakan food rescue dan food bank.
BBJ menjadi media penghubung pendonor makanan yang memiliki surplus makanan dengan penerima makanan.
Hingga saat ini, Art Hotel, Sheraton Hotel, dan Holland Bakery aktif menjadi pendonor makanan pada komunitas BBJ.
Makanan yang diterima BBJ selanjutnya akan didonasikan kepada food heroes dari kalangan rakyat dan mahasiswa sekitar Jogja.
Penerima makanan dapat menerima informasi aksi sosial BBJ sehari sebelumnya melalui Instagram BBJ.
Penerima makanan akan mendapatkan donor makanan setelah melakukan pendaftaran.
Karena terletak di UGM, mahasiswa UGM menjadi food heroes utama mengingat mereka berada pada lingkup terdekat BBJ.
BBJ juga berkolaborasi dengan berbagai yayasan di wilayah UGM seperti Rumah Sakit Sardjito dan RZIS UGM.
Berpusat di Podocarpus UGM, BBJ telah berhasil mendistribusikan lebih dari 470 kilogram makanan berlebih kepada 1.000 hingga 2.000 orang.
Kedepannya, BBJ berharap dapat menginspirasi lebih banyak orang dalam menciptakan masa depan yang berkelanjutan. (Sulthan Zidan)