Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Fenomena Childfree di Indonesia: 71 Ribu Perempuan Memilih Hidup Tanpa Anak, Apa Penyebabnya?

Winda Atika Ira Puspita • Selasa, 14 Januari 2025 | 21:59 WIB
Ilustrasi Childfree.
Ilustrasi Childfree.

RADAR JOGJA – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 71 ribu perempuan Indonesia yang berusia 15 hingga 49 tahun memilih untuk childfree, atau memutuskan untuk tidak memiliki anak.

Temuan ini tercatat dalam laporan BPS periode 2023 yang mengkaji fenomena childfree di Indonesia.

BPS melakukan survei terhadap kelompok perempuan yang sudah menikah, namun belum pernah melahirkan anak yang hidup dan tidak menggunakan alat kontrasepsi.

Pada tahun 2022, sekitar 8 dari setiap 100 perempuan yang sudah menikah, tetapi belum memiliki anak atau menggunakan KB, memutuskan untuk menjalani gaya hidup childfree.

Persentase perempuan di Indonesia yang memilih childfree cenderung meningkat dalam empat tahun terakhir, dengan kemungkinan akan terus naik di masa mendatang.

Apa Itu Childfree?

Childfree adalah keputusan pasangan untuk tidak memiliki anak setelah menikah, baik secara biologis maupun melalui adopsi.

Keputusan ini biasanya diambil setelah diskusi mendalam antara pasangan yang saling sepakat untuk tidak memiliki keturunan.

Banyak pasangan yang memilih childfree karena menyadari adanya biaya dan tantangan besar yang terkait dengan parenting, termasuk aspek ekonomi, sosial, dan psikologis yang perlu dipertimbangkan.

Faktor Penyebab Perempuan Memilih Childfree di Indonesia

Berdasarkan data BPS, persentase perempuan yang memilih childfree di Indonesia cenderung mengalami kenaikan dalam empat tahun terakhir, yakni antara tahun 2019 hingga 2022.

Baca Juga: Sempat Melarikan Diri ke Lampung, Dua Terpidana Politik Uang Pilkada Sleman Serahkan Diri, Kuasa Hukum Akan Upayakan Grasi

Meskipun prevalensinya sempat menurun pada awal pandemi Covid-19, namun presentasenya kembali naik dalam beberapa tahun berikutnya.

Salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan ini adalah kebijakan bekerja dari rumah (WFH), yang memberikan fleksibilitas lebih bagi perempuan untuk mempertimbangkan pilihan hidup tanpa anak.

Selain itu, fenomena childfree berkontribusi signifikan terhadap penurunan Total Fertility Rate (TFR) di Indonesia.

TFR adalah angka yang menunjukkan rata-rata jumlah anak yang akan dilahirkan oleh seorang perempuan selama masa reproduksinya jika mengikuti pola fertilitas pada saat TFR dihitung.

Pengaruh Ekonomi dan Pendidikan terhadap Keputusan Childfree

Faktor ekonomi dan pendidikan juga mempengaruhi keputusan perempuan untuk memilih childfree.

Berdasarkan data BPS, meningkatnya persentase perempuan childfree yang merupakan lulusan perguruan tinggi menunjukkan adanya hubungan kuat antara tingkat pendidikan dan pandangan baru mengenai kepemilikan anak.

Meskipun demikian, perempuan lulusan SMA justru memiliki persentase lebih tinggi dalam memilih untuk childfree.

Menurut data OECD, tingkat pendidikan sangat berpengaruh terhadap kesempatan kerja, yang pada gilirannya akan menentukan status ekonomi seseorang.

Perempuan dengan pendidikan tinggi cenderung memiliki karier yang mapan dan memilih untuk tidak terlibat dalam kegiatan yang terkait dengan pengasuhan anak.

Dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS), sekitar 57 persen perempuan childfree di Indonesia tidak terlibat dalam kegiatan ekonomi.

Dengan demikian, faktor ekonomi menjadi salah satu alasan utama dalam keputusan perempuan untuk memilih hidup tanpa anak.

Biaya hidup, kebutuhan finansial, serta kesempatan untuk mengembangkan karier menjadi pertimbangan yang sangat kuat dalam membuat keputusan tersebut. (Putri Gesa Yanuarizki)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#hidup tanpa anak #bps #childfree #Childfree adalah #fenomena