RADAR JOGJA - Pengguna aplikasi Instagram, Facebook, dan Threads harus siap diserbu konten politik.
Pasalnya, Meta kembali merekomendasikan konten politik di algoritma pengguna.
Kebijakan ini diumumkan oleh CEO Meta, Mark Zuckerberg dalam unggahan videonya di Facebook.
Ia mengatakan bahwa sebelumnya banyak orang yang ingin mengurangi konten politik, namun sekarang, banyak orang yang kembali tertarik dengan konten politik pasca tahun politik 2024.
Mark lantas menambahkan bahwa Meta tetap berusaha membuat komunitas media sosial tetap bersahabat dan membawa pengaruh positif di tengah maraknya konten politik.
Menurut definisi Meta, konten politik mencakup konten yang membahas pemerintahan, pemilihan umum, hingga konten sosial yang berkaitan dengan sebuah kelompok atau lembaga umum.
Kebijakan baru Meta tak terlepas dari kemenangan Donald Trump pada pemilihan presiden AS tahun lalu.
Mark, melalui Meta juga diketahui menyumbang 1 Juta Dollar US untuk kebutuhan pelantikan Presiden Donald Trump.
Kembali merekomendasikan konten politik merupakan langkah konkret Meta dalam mendukung kebebasan berpendapat di media sosial.
Mark juga berharap presiden terpilih, Donald Trump dapat mendukung kebijakan Meta secara penuh.
Sebelumnya, Meta sempat membatasi rekomendasi konten politik pada Februari 2024.
Namun mulai pekan ini kebijakan itu akan dicabut dan konten politik akan masuk dalam algoritma pengguna.
Belum diketahui secara pasti apakah kebijakan ini akan diterapkan di Amerika saja atau berlaku secara global.
Meskipun kembali direkomendasikan, para pengguna Facebook, Instagram, dan Threads masih bisa membatasi konten politik di menu pengaturan.
Pernyataan Mark Zuckeberg juga dibenarkan oleh Adam Mosseri, Head Of Instagram.
Dalam unggahan, Adam mengungkapkan bahwa keputusan pemilihan konten merupakan hak pengguna, bukan keputusan Meta selaku penyedia platform media sosial. (Sulthan Zidan)
Editor : Meitika Candra Lantiva