RADAR JOGJA - Komunitas-komunitas peduli kucing liar kini mulai bermunculan di Jogja. Dengan sukarela, mereka aktif memberi makan, melakukan sterilisasi, hingga menyelamatkan kucing liar yang sakit.
Salah satunya adalah komunitas Peduli Kucing Pasar (PKP). Dulunya, kelompok ini merupakan organisasi sayap dari Animal Friends Jogja (AFJ), salah satu komunitas pecinta hewan. Kemudian pada 2016, PKP berdiri sendiri dan mulai bergerak di sejumlah pasar di area Jogja.
Salah satu founder PKP Rejeki Marsudiyani mengungkapkan, saat pertama kali memasuki pasar-pasar, tantangannya cukup besar. Komunitasnya sering menemui pedagang yang tidak begitu kooperatif.
Seiring berjalannya waktu, komunitas ini semakin dikenal. Banyak pedagang serta penjaga pasar yang mulai memberikan dukungan. Baik dalam memberikan informasi tentang keberadaan kucing-kucing di pasar maupun bantuan lainnya.
"Awalnya banyak yang beranggapan bahwa kucing di pasar bisa mencari makan sendiri. Tapi kenyataannya banyak kucing yang kelaparan, terluka, atau bahkan dibuang, terutama yang masih kecil,” kata Yani, sapaannya, Jumat (3/1/2025).
Saat ini, PKP memiliki sekitar 50 sukarelawan yang secara rutin melakukan street feeding di 41 pasar. Ada sekitar ada 500 kucing yang diberi makan setiap hari.
Selain memberi makan, mereka juga merawat kucing liar. Termasuk mendata, memberikan perawatan medis pada kucing yang sakit, mensterilkan, mengontrol populasi, hingga merekomendasikan kucing untuk diadopsi. Di setiap pasar, mereka biasanya memiliki satu hingga lima sukarelawan. “Biasanya mereka datang sesuai waktu luang, jadi bisa gantian," ujar Yani.
Baca Juga: Parkir Oleh-Oleh Jadi Sebab Kemacetan, Kepadatan selama Libur Nataru Terutama di Jalan Jogja-Solo
Tidak jarang, saat melakukan street feeding, sukarelawan PKP menemukan kucing yang terluka parah, seperti kucing yang kulit dan bulunya terbakar akibat disiram air panas. Ada juga yang tertabrak, dipukul, dan berbagai luka lainnya. “Setiap minggu selalu ada kasus seperti itu," ungkap Yani.
Selain memberi makan, komunitas ini juga mensterilkan sekitar dua ekor kucing pasar per hari, atau sekitar 68 ekor kucing per bulan. Setiap kucing yang disterilkan akan diberi tanda pada telinga (ear trip) agar mudah dikenali untuk mencegah sterilisasi berulang. Langkah ini dilakukan untuk mengendalikan jumlah kucing di pasar.
Dalam hal pembiayaan, sekitar 60 persen dari biaya operasional PKP berasal dari dana pribadi dan iuran anggota. Sisanya didapatkan dari donasi. PKP juga bekerja sama dengan pet shop, klinik, dan dokter hewan untuk mendapatkan potongan harga dalam membeli makanan dan perawatan kucing.
"Donasi saja sebenarnya nggak cukup. Setiap hari kami memberi makan hampir 500 kucing pasar, bahkan bisa lebih," beber Yani.
Dia menyebut, PKP memang hanya fokus pada kucing-kucing yang berada di pasar. Sebab, pasar menjadi salah satu target atau tempat membuang kucing yang paling banyak. Tujuan utama gerakan komunitas ini adalah mengedukasi masyarakat untuk berhenti membuang kucing di mana pun. “Kenyataannya di pasar masih banyak warga yang membuang kucing dengan sengaja sampai sekarang,” tandasnya. (tyo)
Editor : Sevtia Eka Novarita