Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Catcalling, Fenomena Meresahkan yang Sering Dianggap Lumrah

Meitika Candra Lantiva • Kamis, 12 Desember 2024 | 18:11 WIB
Ilustrasi catcalling fenomena meresahkan.
Ilustrasi catcalling fenomena meresahkan.

RADAR JOGJA – “Suit-suit cewek”, “assalamu’alaikum ukhti”, “cewek yang pakai rok”.

Bagi kaum hawa pasti pernah mendengar kata-kata tersebut, atau bahkan mengalami diteriaki dan disapa oleh orang asing dengan kata-kata tersebut hingga membuat kamu tidak nyaman, tindakan orang asing itu dinamakan catcalling.

Apa sih sebenarnya catcalling itu?


Catcalling merupakan salah satu bentuk pelecehan yang dilakukan dijalanan berupa siulan, suara kecupan/ciuman, suara sstt ssstt, main mata, tindakan vulgar, komentar-komentar yang membuat pendengarnya tidak nyaman, diikuti, dihadang, dipegang atau disentuh, atau bahkan pertanyaan/ajakan agresif.


Perilaku-perilaku tersebut menimbulkan rasa tidak nyaman bagi para korban, terutama perempuan.

Namun hal tersebut seringkali dianggap biasa dan lumprah oleh masyarakat.

Padahal, dari tindakan catcalling memiliki dampak psikologis bagi korbannya, seperti:


• merasa tidak nyaman dan aman.
• Merasa pergerakan di ruang publik jadi terbatas
• Ketakutan
• Malu dan tidak percaya diri


Ada juga beberapa korban yang merasa trauma sehingga kerap merasakan mual, mati rasa, hingga kesulitan bernapas, jika mengingat ucapan atau perlakuan pelaku catcalling.

Tentu hal ini tidak bisa dibiarkan terus menerus, lalu apa yang bisa dilakukan untuk merespon catcalling?


1. Hindari tempat yang sering terjadi catcalling.
2. Jika tidak bisa dihindari, katakan dengan tegas kepada palaku bahwa tindakannnya tidak dapat diterima, dan jangan menunjukkan ketakutan.
3. Jangan sendirian, usahakan berjalan bersama beberapa teman dan hindari tempat yang sepi.
4. Jika dibuntuti oleh pelaku catcalling, usahakan untuk berjalan menuju keramaian, dan minta bantuan jika pelaku dirasa mulai menghawatirkan.
5. Laporkan ke pihak berwenang jika mendapat tindakan catcalling secara berulang terus menerus.

Baca Juga: Hasil Liga Champions: Arsenal Bungkam AS Monaco, AC Milan Sikat Crvena Zvezda


Itulah beberapa langkah yang dapat kamu lakukan bila mengalami catcalling.

Memang tidak mudah untuk mengatasi tindakan tersebut, akan tetapi bila kita tidak berani mengambil tindakan, maka pelaku catcalling akan semakin menjadi-jadi.

Jangan takut dan teruslah bersikap sopan terhadap orang lain, setidaknya kita bisa meminimalisir catcalling dimulai dari diri kita sendiri. (Amrina Rosyada)



Editor : Meitika Candra Lantiva
#Dianggap Lumrah #fenomena meresahkan #diteriaki #tidak nyaman #siulan #catcalling #Mengenal #psikologis