RADAR JOGJA - Musim hujan sering kali diidentikkan dengan air, hawa dingin serta cuaca yang lembab, walaupun demikian risiko kebakaran tetap ada, terutama di rumah.
Beberapa faktor seperti korsleting listrik, kelalaian dalam penggunaan alat pemanas, dan penanganan api terbuka yang tidak hati-hati dapat menjadi penyebab utama kebakaran.
Untuk menjaga keamanan, berikut Radar Jogja berbagi tips agar terhindar dari kebakaran saat musim hujan.
1. Periksa Instalasi Listrik Secara Berkala
Hujan dapat menyebabkan kelembapan tinggi yang berpotensi merusak instalasi listrik.
Pastikan kabel listrik di rumah tidak ada yang terkelupas atau rusak.
Gunakan alat pemutus arus (MCB) yang baik untuk meminimalkan risiko korsleting.
Jika terjadi percikan api atau bau hangus, segera matikan sumber listrik dan hubungi teknisi profesional.
2. Jaga Peralatan Listrik Tetap Kering
Air dan listrik adalah kombinasi yang sangat berbahaya.
Hindari meletakkan peralatan listrik di tempat yang rawan terkena air, seperti di dekat jendela yang bocor atau lantai yang basah.
Pastikan juga stopkontak berada di area yang kering dan tidak terkena cipratan air.
Baca Juga: Minta Lurah Natah Dicopot, Puluhan Warga Datangi Gedung DPRD Gunungkidul
3. Gunakan Peralatan Pemanas dengan Aman
Musim hujan biasanya membuat suhu lebih dingin, sehingga banyak orang menggunakan alat pemanas.
Jika menggunakan pemanas listrik, perapian, atau lilin, pastikan untuk tidak meninggalkannya tanpa pengawasan.
Letakkan lilin jauh dari benda yang mudah terbakar seperti kain, tirai, atau kertas.
4. Hati-Hati dengan Kompor dan Tabung Gas
Perhatikan penggunaan kompor gas saat memasak. Pastikan selang dan regulator gas terpasang dengan baik dan tidak bocor.
Selalu matikan kompor setelah selesai digunakan. Jika tercium bau gas, sebisa mungkin usahakan jangan panik.
Jangan menyalakan api atau listrik, segera buka ventilasi dan periksa sumber kebocoran, jika dirasa tidak mampu mengatasi sendiri segera minta bantuan.
5. Sediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
Meskipun tampaknya jarang digunakan, APAR sangat penting untuk menghadapi situasi darurat.
Letakkan APAR di tempat yang mudah dijangkau, seperti dapur atau dekat ruang keluarga.
Serta pelajari cara menggunakannya agar siap saat dibutuhkan.
6. Hindari Overloading Listrik
Musim hujan sering kali menyebabkan lonjakan penggunaan alat elektronik, seperti penghangat ruangan atau pengering pakaian.
Jangan menggunakan terlalu banyak perangkat di satu stopkontak karena dapat menyebabkan panas berlebih dan korsleting listrik.
Sebisa mungkin gunakan alat elektronik ketika diperlukan saja, apabila sudah tidak diperlukan segera cabut daya yang terhubung ke listrik.
7. Awasi Aktivitas Orang Rumah Terutama Anak-anak
Anak-anak sering bermain tanpa menyadari bahaya yang mungkin terjadi.
Jauhkan mereka dari lilin, korek api, atau peralatan listrik yang berbahaya.
Berikan edukasi yang mudah dipahami dan apa yang harus dilakukan untuk menjaga keselamatan di rumah. Apabila memiliki keluarga perokok, sebaiknya untuk merokok diluar ruangan atau rumah, dikarenakan merokok bisa menjadi pemicu kebakaran.
Apalagi jika puntung rokok dibuang dalam keadaan masih hidup dan tertiup angin, kemungkinan bisa menempel pada sofa dan benda lain yang mudah terbakar.
Hal tersebut dapat memicu kobaran api.
8. Pasang Detektor Asap
Detektor asap adalah investasi penting untuk mencegah kebakaran besar.
Alat ini akan memberikan peringatan dini jika ada tanda-tanda kebakaran, sehingga bisa segera mengambil tindakan.
Musim hujan tidak berarti bebas dari risiko kebakaran. Dengan melakukan langkah-langkah pencegahan di atas, kamu dapat melindungi diri, keluarga, dan properti dari kebakaran.
Tetaplah waspada dan selalu prioritaskan keselamatan! (Amrina Rosyada)
Editor : Meitika Candra Lantiva