RADAR JOGJA – Generasi Z, atau yang biasa disebut Gen Z, hidup di era perkembangan teknologi yang pesat.
Teknologi telah memengaruhi berbagai aspek kehidupan, mulai dari komunikasi, ekonomi, gaya hidup, pendidikan, hingga finansial.
Kehidupan mereka kini sangat bergantung pada teknologi, termasuk dalam hal mengelola keuangan.
Salah satu dampak yang paling mencolok adalah budaya cashless, di mana Gen Z jarang menggunakan uang tunai untuk transaksi.
Sebagai gantinya, mereka lebih memilih menyimpan uang di mobile banking atau e-wallet.
Tren ini kian didukung oleh kehadiran smartphone yang selalu mereka bawa ke mana-mana.
Banyak tempat belanja, dari toko kelontong hingga minimarket, kini menyediakan QR Code sebagai metode pembayaran.
Sistem ini dianggap praktis karena pembeli tidak perlu membayar biaya admin, sementara penjual tidak harus repot menyediakan uang kembalian.
Namun, dari budaya cashless ini muncul fenomena baru. Gen Z cenderung lebih memilih meminta uang tunai kepada teman dengan imbalan transfer elektronik, dibandingkan repot-repot pergi ke ATM.
Fenomena Baru di Kalangan Gen Z
Fenomena ini diamini oleh Salsabil, seorang mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, yang memiliki lebih dari satu akun bank dan e-wallet.
Ia mengaku lebih nyaman menyimpan uang secara elektronik daripada membawa uang tunai.
“Karena suka cashless, jadi jarang punya uang tunai. Kalau butuh uang cash, malas ke ATM, jadi biasanya minta ke teman,” ujar Salsabil saat dihubungi via WhatsApp.
Bijak dalam Mengelola Teknologi Finansial
Tren ini mencerminkan bagaimana teknologi telah mengubah gaya hidup dan kebiasaan keuangan generasi muda.
Meski mempermudah transaksi, budaya ini tetap membutuhkan kewaspadaan.
Kemudahan dalam penggunaan mobile banking atau e-wallet bisa menjadi pedang bermata dua jika tidak diimbangi dengan kehati-hatian.
Berbagai kasus penipuan kerap terjadi, terutama di platform digital. Oleh karena itu, meskipun transaksi elektronik semakin memudahkan hidup, penting bagi Gen Z untuk tetap bijak dalam menggunakan teknologi, terutama dalam hal finansial.
Kemajuan teknologi adalah alat, bukan tujuan. Maka dari itu, gunakan dengan hati-hati agar tidak menjadi korban penyalahgunaan teknologi. (Ahsan Huda Muwafiq)
Editor : Winda Atika Ira Puspita