Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemberian Gift kepada Pelaku Ngamen Online Disebut sebagai Wujud Apresiasi dan Dukungan

Jihan Aron Vahera • Sabtu, 30 November 2024 | 16:30 WIB
Fandhy Aryo Pamungkas
Fandhy Aryo Pamungkas

RADAR JOGJA - Banyak kalangan khususnya generasi muda melakukan live di media sosial. Mereka unjuk kebolehan dari berjoget, bernyanyi, bermain gim, dan sebagainya. Warganet yang tertarik akan mengapresiasi dengan memberikan gift atau kerap disebut dengan istilah nyawer.

Salah satu pengguna media sosial Fandhy Aryo Pamungkas, 28, mengaku, pernah memberikan gift di TikTok. Namun, hal tersebut tidak dia lakukan setiap saat. "Karena saya memang pengguna TikTok, suatu ketika melihat ada live yang menurut saya menarik. Akhirnya saya berikan gift sebagai wujud apresiasi," katanya Jumat (15/11/2024).

Selain sebagai wujud apresiasi atau penghargaan, saweran dia berikan sebagai wujud dukungan terhadap kreator. "Saya kebetulan pecinta musik, melihat pemusik live saya beri gift. Kalau ada pengamen di jalan biasanya saya juga ngasih buat semangat mereka," ungkap Fandhy.

Dikatakan, untuk memberikan gift, dia harus membeli koin terlebih dahulu. Ketika sudah memiliki koin, dia bisa memberikan gift kepada kreator. Nantinya, gift tersebut dapat dikonversikan ke uang tunai oleh para kreator. 

"Kalau di TikTok sudah ada fiturnya, tinggal mengikuti saja. Saya pernah iseng beli 65 koin itu harganya sekitar Rp 16 ribu kalau tidak salah," jelasnya.

Pemberian gift dapat dilakukan dengan mengklik simbol seperti mawar, ice cream, donat, hingga kopi, saat live berlangsung. Setiap simbol memiliki nilai koin berbeda. Seperti mawar dan kopi yang masing-masing satu koin.

Menurut dia, ada kekurangan dan kelebihan dari ngamen online. Ketika kontennya berbobot dan tidak merusak moral generasi, hal tersebut dinilainya positif karena melek teknologi.

Namun, kata Fandy, ketika konten yang dipertontonkan adalah sesuatu hal yang buruk seperti mengeksploitasi anak atau orang tua, itu menjadi sesuatu yang buruk. "Takutnya banyak yang mencontoh, bisa mendapatkan uang dengan mudah dari membuat konten mencari iba dari orang lain,"ucapnya. (han/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#gift #kekurangan #dukungan #live #bermain gim #media soisal #ngamen #berjoget #ngamen online #koin #pengguna #generasi muda #simbol #pecinta musik #mengapresiasi #warganet #uang #unjuk kebolehan #Kalangan #nyawer #semangat #TikTok #Memberikan #Wujud #bernyanyi #positif #kreator #Tertarik #kelebihan #melek teknologi