RADAR JOGJA - Kebijakan pemerintah yang akan menaikkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada januari 2025 sudah final.
Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu) Dwi Astuti mengatakan, aturan tersebut tercantum dalam Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2021 mengenai Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).
Pasal 4 UU HPP digunakan untuk mengubah pasal 7 ayat 1 UU PPN barang dan jasa serta pajak penjualan atas barang mewah mengatur beberapa tarif PPN, yakni pada 1 april 22 berlaku 11 persen dan pada 1 januari 2025 berlaku paling lambat 12 persen.
"Tentu ketika pajak naik, maka daya beli masyarakat akan melemah sebab harga-harga barang akan melonjak," katanya.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) Adhi S Lukman menuturkan, masyarakat akan merasakan perubahan harga cukup besar pada semua jenis barang, termasuk barang dengan usia yang sudah lama.
Aturan itu tentu tidak bisa ditentang secara sepihak, apabila pajak tetap naik pada angka tersebut. Maka masyarakat harus mulai memperhitungkan setiap barang yang hendak dibeli.
Khususnya bagi yang masih memiliki gaya hidup konsumtif, boleh jadi bisa menerapkan gaya hidup frugal living.
Apa itu Frugal Living?
Gaya hidup ini sederhana dengan berfokus pada menghemat uang. Meskipun terdengar mudah diterapkan frugal living sulit diterapkan orang yang memilih hidup berfoya-foya.
Lalu, Bagaimana menerapkan konsep hidup satu ini?
1. Belajar Memanajemen Keuangan
Untuk bisa melakukan lifestyle ini diperlukan pengaturan uang untuk kehidupan sehari-hari.
Budgeting uang akan mencegah mengalami pengelolaan uang yang buruk.
Anda perlu mencatat jumlah pemasukan dan pengeluaran secara rinci.
Pun Anda perlu memprioritaskan uang untuk kebutuhan yang paling urgent dan mengesampingkan yang tak perlu.
Hal ini mencakup untuk membayar tagihan Listrik, cicilan motor, dan lain-lainnya.
Dengan menghemat, maka Anda bisa mempertimbangkan harga yang murah dan cocok digunakan jika dibandingkan dengan yang lain.
Dengan memanajemen keuangan ini, Anda bisa lebih kritis dalam mengetahui berbagai barang yang Anda beli untuk dipakai sehari-hari.
2. Jadwalkan Kebutuhan Sehari-hari
Kebutuhan harian seperti makan, hendak pergi kemanapun harus direncanakan secara matang untuk mencegah pengeluaran yang tidak disangka.
Memegang konsep minimalis tidak mudah awalnya, namun jika Anda memiliki jiwa yang optimis Anda harus yakin bahwa bisa menjalani hidup frugal living dengan optimal.
Seperti halnya memasak makanan sendiri di rumah, mengurangi jajan di luar.
Memperbaiki barang yang bisa diatasi sendiri, misalnya: menjahit baju yang sobek, servis motor sendiri, membuat pupuk untuk tanaman secara manual, dan lainnya.
3. Membeli Barang saat Promo dan Diskon
Ketika hendak membeli barang, Anda perlu membandingkan harga, mencari promo di setiap toko, hingga memanfaatkan kesempatan penting seperti tanggal cantik.
Misalnya, saat ini ada banyak promosi setiap tanggal cantik di November misalnya promo sale 11.11 diterapkan rata-rata online shop harga-harga barang yang tadinya mahal bisa berubah menjadi dua kali lipat lebih murah.
Anda harus mencari momentum yang tepat untuk membeli barang apapun.
4. Gunakan Barang Bekas
Barang bekas banyak dijual di era modern seperti ini. Misalnya alat transportasi, pakaian, barang elektronik, dan lainnya.
Meskipun second kualitas dari barang ini tentu lebih baik daripada barang imitasi.
Harganya memang lebih murah ketimbang saat baru, namun tak ada salahnya memilih barang bekas untuk dipakai dalam keseharian anda.
5. Memprioritaskan Uang untuk Menabung
Tak mudah menerapkan konsep menabung dan mengirit biaya jika terbiasa hidup menghamburkan uang.
Namun, tabungan bisa membuat Anda tenang di masa depan nanti.
Mengalokasikan uang dalam dompet dan meletakkannya di tempat yang aman seperti bank, banyak digunakan oleh manusia modern lainnya.
Baca Juga: Rekomendasi 4 Chinese Food yang Hangatkan Tubuh: Pas Disantap Saat Hujan Tiba!
Hal ini berguna apabila di kemudian hari Anda dihadapkan oleh banyak pengeluaran.
Tabungan bisa digunakan sebagai investasi dan dana darurat. Ingat pepatah sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit?
Coba terapkan konsep 50-30-20, memasukkan kebutuhan utama sebesar 50 persen, 30 persen untuk kebutuhan sampingan, dan 20 persen untuk menabung.
Tak ada ruginya menerapkan gaya hidup frugal living, apalagi jika mulai melakukannya dari hari ini.
Masih ada beberapa minggu lagi, sebelum Januari 2025 tiba. Sebab, mengubah pola hidup tidaklah mudah dan membutuhkan proses yang lama hingga terbiasa. (Latri Rastha Dhanastri)