RADAR JOGJA - Topik mengenai manfaat pemandangan hijau untuk kesehatan mata semakin menarik perhatian banyak orang.
Banyak yang meyakini bahwa menghabiskan waktu di alam, seperti taman atau hutan, dapat berdampak positif bagi penglihatan.
Namun, seberapa validkah pandangan ini?
Dokter spesialis mata, dr Sapovadia menjelaskan bahwa meskipun belum ada bukti jelas mengenai perbaikan penglihatan akibat berada di lingkungan hijau, terdapat keuntungan kesehatan mata yang signifikan, khususnya untuk anak-anak.
"Beberapa penelitian menunjukkan bahwa aktivitas di luar ruangan, terutama di bawah sinar matahari alami, dapat mengurangi risiko miopi yang semakin meningkat," jelasnya.
Paparan cahaya alami dan kemampuan untuk fokus pada objek jauh saat berada di luar dapat membantu mengurangi ketegangan mata serta mendukung perkembangan penglihatan yang sehat pada anak-anak.
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam JMIR Public Health Surveillance mengungkapkan bahwa siswa yang belajar di area dengan lebih banyak ruang hijau cenderung tidak mengalami miopi.
Penelitian itu menemukan bahwa peningkatan satu unit dalam indeks morfologi ruang hijau berkaitan dengan pengurangan risiko miopi sebesar 9,8%.
Bagi orang dewasa, dr Sapovadia menambahkan, meskipun lingkungan hijau tidak secara langsung meningkatkan penglihatan, menghabiskan waktu di luar dapat membantu mengurangi kelelahan mata akibat penggunaan layar yang berkepanjangan.
Dalam era digital saat ini, di mana banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar, berinteraksi dengan alam bisa menjadi cara yang efektif untuk merelaksasi mata.
Secara keseluruhan, terlibat dalam aktivitas luar ruangan dan menghabiskan waktu di lingkungan hijau dapat memberikan manfaat bagi mata dalam berbagai aspek.
Mengingat hal ini, penting bagi kita untuk meluangkan lebih banyak waktu di alam demi kesehatan fisik dan mata yang lebih baik. (Martinus Jonathan Nainggolan)
Editor : Meitika Candra Lantiva