RADAR JOGJA - Menanam pohon di sekitar rumah tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan estetika rumah.
Dengan berbagai pilihan pohon yang memiliki bentuk unik, dedaunan yang indah, dan warna-warna menarik, rumah hunian bisa tampil lebih alami, asri, dan berkarakter.
Selain itu, pohon juga bisa memberikan nuansa teduh dan menyejukkan, menciptakan suasana nyaman dan segar di lingkungan tempat tinggal.
Berikut 5 rekomendasi pohon menambah estetika hunian!
1. Palem ekor kuda
Meski namanya palem ekor kuda, tanaman ini tidak memiliki hubungan kekerabatan dengan palem sejati.
Tanaman ini sangat populer di Eropa dan berbagai belahan dunia.
Tanaman tahunan ini bisa tumbuh hingga 4,72 meter dengan caudex yang melebar untuk menyimpan air.
Batangnya menyerupai pohon palem yang menghasilkan jumbai daun kasar berbentuk tali melengkung.
Setelah berusia lebih dari 10 tahun, terkadang muncul malai bunga kecil berwarna putih.
Batang tunggalnya yang sedikit bengkak di pangkal, meruncing ke atas dan hanya sedikit bercabang.
Caudex muda yang berbentuk hampir bulat dapat memanjang hingga 4-6 meter dengan diameter mencapai setengah meter atau lebih di pangkalnya.
Daun hijaunya berbentuk garis, tipis, dan sedikit melengkung dengan panjang 90-180 sentimeter dan lebar 15-20 milimeter.
Daun hijau abadi dari tanaman ini panjang dan mirip dengan rumput atau tali dengan tekstur keras dan tepi bergerigi halus yang tajam.
2. Kamboja fosil
Kamboja fosil adalah pohon yang telah berumur hingga ratusan tahun.
Tingginya mencapai 4 meter dan memiliki diameter hingga setengah meter.
Sesuai dengan namanya, kamboja fosil memiliki tampilan seperti pohon purba karena batang pohonnya berbentuk menyerupai fosil dari sebuah pohon.
Pada umumnya, fosil hewan purba berwarna putih, berbentuk meliuk-liuk, dan memiliki benjolan pada bagian ujungnya.
Begitu juga dengan kamboja fosil yang bentuknya menyerupai hewan purba.
Tetapi, pohon yang mulai populer di tahun 2011 ini masih tetap hidup hingga kini dan menghasilkan daun yang tidak begitu rimbun layaknya kamboja muda.
Selain itu, kamboja fosil juga berbunga yang tumbuh di batang, berdekatan dengan daun.
Karena keindahannya, pohon kamboja sekarang tidak hanya menghiasi makam.
Banyak pihak pengembang perumahan lebih suka kamboja untuk menghiasi pekarangan rumah.
3. Pandan Bali
Pandan Bali tumbuh dengan cabang gemuk dari batang intinya.
Daun tanaman ini mengumpul di ujung cabang dan memiliki bentuk seperti pedang dan panjang rata-rata antara 30 dan 100 sentimeter.
Bunganya berwarna putih-krim yang terkumpul pada malai-malai yang besar.
Batang Pandan Bali berbentuk bulat dan bercak daun yang tumbuh merambat.
Akarnya berukuran besar, guna menopang tanaman tersebut.
4. Cemara capit udang
Tanaman ini bisa mencapai ketinggian 35 meter dan memiliki daun hijau berbentuk jarum.
Kayunya sangat keras dan berwarna abu-abu pucat hingga hitam kecokelatan.
Tumbuhan ini dianggap mudah beradaptasi dengan berbagai jenis tanah dan tahan terhadap garam.
Cemara capit udang juga dikenal sebagai cemara laut yang banyak ditanam dan digunakan secara liar di seluruh wilayah tropis.
Terutama karena mampu menyediakan kayu saat tumbuh di tanah berpasir yang buruk di dekat pantai dan memberi perlindungan bagi tanah.
Pohon ini biasanya ditanam sebagai tanaman hias dan sebagai tanaman bonsai, terutama di dekat laut, di mana ia juga dapat menawarkan perlindungan dari angin.
Tetapi, cemara capit udang berhasil dibudidayakan hingga ketinggian 1.400 meter.
Baca Juga: 13 Hari Operasi Zebra Progo Polres Kulon Progo Jaring 1.330 Pelanggar, Mayoritas Anak di Bawah Umur
5. Pohon sikas
Tanaman ini kerap disebut sebagai pakis haji. Konon, sikas merupakan tanaman yang sudah ada sejak jutaan tahun lalu dan menjadi makanan dinosaurus kala itu.
Tanaman hias ini nampak cantik karena tumbuh mengarah ke batang.
Keunikannya terlihat dari bentuk batangnya yang menyerupai buah nanas.
Sebagai tanaman hias, sikas memiliki pesona yang sangat mengagumkan karena kombinasi struktur batang keras berkayu dan cokelat berjonjot yang dipadukan dengan daun hijau gelap mengkilap bisa tumbuh panjang hingga 75 sentimeter.
Sikas terkenal dengan pertumbuhan batang yang lambat.
Bisa dikatakan sikas yang berukuran satu meter usianya sekitar 10 tahun.
Pohon sikas dengan ukuran kecil juga bisa ditanam di dalam pot sebagai tanaman hias yang mempercantik ruangan.
Untuk memastikan keamanan, estetika, dan keseimbangan lingkungan, pilihan tanaman perlu disesuaikan dengan regulasi dan kondisi lokal. (Ruhana Maysarotul Muwafaqoh)
Editor : Meitika Candra Lantiva