RADAR JOGJA - Istilah ‘slow living’ belakangan ini menjadi perbincangan hangat di media sosial, menciptakan tren baru dalam menjalani kehidupan yang lebih santai, tanpa beban, namun tetap sederhana. Tapi, apa sebenarnya arti dari ‘slow living’?
Apa Itu Slow Living?
Slow living adalah sebuah konsep yang menekankan pada cara hidup yang lebih santai, di mana seseorang dapat menikmati hidupnya tanpa stres yang berlebihan akibat ambisi karier atau tuntutan pekerjaan yang berat.
Dengan gaya hidup ini, fokus utamanya adalah kebahagiaan diri sendiri, tanpa terlalu memperhatikan status sosial atau pencapaian materi.
Dengan kata lain, konsep slow living mengajak kita untuk menikmati hidup secara positif dan bermakna melalui ‘less effort’ atau sedikit usaha.
Ini berarti melakukan hal-hal yang kita sukai, seperti berlibur, menjelajahi tempat-tempat baru, atau sekadar bersantai di rumah tanpa tekanan dari berbagai sumber.
Mengapa Memilih Slow Living?
Tujuan dari slow living adalah menciptakan ketenangan dalam hidup dengan menghindari stres yang muncul dari tekanan eksternal dan tuntutan sosial.
Namun, untuk memulai gaya hidup ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti kondisi finansial, pengelolaan waktu, dan kesiapan mental.
Slow Living untuk Semua
Memulai gaya hidup slow living bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk mereka yang memiliki penghasilan terbatas.
Yang perlu diperhatikan adalah pentingnya perencanaan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu.
Dengan perencanaan keuangan yang matang dan pengalokasian pendapatan yang tepat, bahkan orang dengan penghasilan pas-pasan pun dapat menjalani slow living.
Tentu saja, akan ada tantangan yang dihadapi. Namun, slow living adalah gaya hidup yang dapat dicapai oleh siapa saja.
Meskipun demikian, penting untuk mempersiapkan beberapa hal guna menghadapi tantangan dalam slow living, seperti memastikan cash flow yang positif, memiliki dana darurat, dan bebas dari utang piutang.
Kapan Memulai Slow Living?
Gaya hidup ini sebaiknya diterapkan sejak dini. Perencanaan slow living yang baik sebaiknya dilakukan setelah menerima penghasilan pertama atau bahkan sebelumnya.
Dengan begitu, Anda akan lebih siap untuk menikmati hidup dengan cara yang lebih santai dan bahagia. (Salsabila Aulia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita