RADAR JOGJA - Fenomena tentang doom spending, sudah menyebar di berbagai penjuru dunia.
Bahkan sudah banyak sekali yang mengeklaim bahwa generasi mileial dan generasi Z jauh akan miskin dibanding dengan generasi sebelumnya.
Hal ini disebabkan oleh fenomena doom spending.
Emang apa sih doom spending itu dan seberapa berpengaruhnya untuk generasi milenial dan generasi Z.
Fenomena doom spending bisa diartikan dengan pengeluaran yang tidak masuk akal.
Secara keseluruan maknanya doom spending adalah prilaku belanja yang di picu oleh rasa cemas atau pesimisme terhadap masa depan.
Peristiwa seperti ini awal mulanya bisa disebabkan karena generasi milenial dan generasi Z merasa berada di kehidupan yang tidak pasti.
Dengan hal itu mereka cenderung menghabiskan uang untuk kebahagiaan jangka pendek.
Dengan hal seperti itu, generasi milenial dan generasi Z diprediksiakan lebih miskin di banding dengan generasi sebelumnya.
Prilaku seperti ini sangat sekali memiliki dampak yang sangat signifikat.
Secara tidak langsung ketika kita melakukan hal seperti ini bisa merugikan finansial kita di kemudian hari.
Ada beberapa faktor penyebab terjadinya doom spending, seperti ketidak pastian ekonomi, krisis iklim, gangguan mental, pengaruh media sosial, dan masih banyak lagi.
Apakah doom spending bisa di hidari, tentu saja bisa dengan cara seperi berikut;
1. Membuat anggaran
Dengan membuat anggaran, kita lebih mengetahui apa saja rencana pengeluaran keuangan agar tetap jelas, dan tidak berlebiahan atau sesuai dengan kebutuhan saja.
Hal ini paling banyak sekali yang di alami oleh generasi z, saat ketika sedang merasa sedang jelek mood nya atau sedang sakit hati, itu pelarian nya dengan shoping atau membali barang barang yang notabenenya itu tidak penting.
Dan ketika sedang merasa mood nya sedang jelek alangkah baiknya untuk mencari kegiatan kegiatan positif.
Dengan cara olahraga atau pun bersosialisasi agar tidak kembali ke kebiasaan sebelumnya.
3. Mencatat pengeluaran
Dengan hal ini, kita lebih tahu apa yang sedang kita butuhkan atau perlukan.
Dan untuk mengutamakan pengeluarannya sebagai pengalaman berharga, seperti jalan-jalan bersama keluarga atau pun healling dari pada bentuk barang atau materi yang seketika itu berharga tapi lama kelamaan akan hilang.
4. Kurangi paparan media sosial dan berinvestasi dengan diri sendiri
Penyebab dari doom spending ini juga berawal dari media sosial jadi untuk menghindarinya dengan cara membatasi atau mengurangi bermain media sosial.
Dengan langkah angkah seperti berikut di harapkan generasi Z dan milenial dapat lebih bijak dalam berbelanja atau pun mengelola pengeluaran keuangan dan bisa mengurangi kasus doom spanding di Indonesia.
Penulis: Muhammad Miftahul Ma'ayis
Editor : Bahana.