Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sering Dianggap Negatif, Sifat FOMO juga Memiliki Dampak Positif

Meitika Candra Lantiva • Selasa, 10 September 2024 | 22:49 WIB
Photo
Photo

RADAR JOGJA - FOMO atau Fear of missing out adalah sebutan untuk menggambarkan perasaan cemas atau takut ketinggalan informasi, pengetahuan, serta kesempatan yang dialami banyak orang di era digital sekarang.

FOMO menjadi bagian yang tidak bisa dihindari dari kehidupan saat berada di era yang didominasi informasi dan beragam kegiatan.

Tentu akan muncul perasaaan cemas ketika takut ketingggalan suatu tren tertentu, yang menjadi keresahan baru.

Fenomena ini sering dianggap banyak orang sebagai hal negatif, karena dapat menyebabkan stres, cemas, sampai tidak puas dalam kehidupan pribadi.

Namun, selain dampak buruknya, ternyata FOMO juga memiliki dampak positif yang jarang diketahui loh.

Banyak orang mengalami perasaan tertekan saat melihat teman-teman sekitarnya menjalani hidup yang lebih baik di dunia maya.

Hal ini berpengaruh terhadap individu yang mengalami FOMO, mereka akan merasa hidup nya tidak sebaik mereka dan merasa tertinggal.

Akibatnya, FOMO dapat berdampak pada kesehatan psikis dan mental, memperburuk depresi, dan mengurangi kebahagiaan seseorang.

Namun, dibalik dampak negatifnya, sebenarnya FOMO memiliki dorongan positif untuk meningkatkan kualitas hidup loh.

Hal ini sesuai dengan pendapat dr. Anisa Putri, seorang Psikolog klinis di Jakarta.

Dia menjelaskan, “FOMO, meskipun sering dianggap sebagai hal yang negatif, sebenarnya dapat motivasi individu untuk mencari pengalaman baru dan meningkatkan keterlibatan sosial.


Rasa takut tertinggal dapat mendorong seseorag untuk lebih aktif dan berani mencoba hal-hal yang sebelumnya dihindari jika dikelola dengan baik, FOMO bisa menjadi pendorong yang sehat untuk pengembangan diri,” Menurutnya.

Berikut adalah penjabaran manfaat di balik FOMO :

Interaksi sosial

Dengan FOMO, orang akan lebih aktif untuk bersosial, mereka cenderung bisa lebih aktif di lingkungan masyarakat.

Misalnya, dalam suatu kegiatan atau acara tertentu, orang yang FOMO, akan cenderung ikut berpartisipasi dalam aktivitas tersebut, dengan begitu mereka akan menciptakan relasi sosial yang kuat, dan dapat memotivasi seseorang untuk dapat ikut dalam proyek sosial kemasyarakatan.

Memotivasi diri untuk berkembang

Yap, dengan FOMO, banyak orang akan merasa tertinggal dan ingin mencari solusi untuk dapat setara dengan yang orang lain sudah alami.

Misalnya, ketika seseorang mengalami gagap teknologi, atau kurang ahli dalam sesuatu, mereka akan mengalami yang namanya FOMO, dimana seseorang akan cenderung belajar lebih giat dan mencari beragam informasi lebih banyak lagi.

Dalam kasus nyata, adalah banyak orang yang berlomba-lomba dalam membuat akun shopee, untuk berjualan, tentu hal ini berdampak positif karena mendorong kreativitas dan ekonomi masyarakat.

Dengan belajar lebih giat, maka seseorang akan mendapat pengalaman baru dan bisa beradaptasi dengan situasi di sekitarnya.


FOMO tidak selalu menjadi hal yang negatif

Terkadang dengan pengelolaan yang baik, perasaan cemas akan ketinggalan ini bisa diarahkan kepada hal yang lebih positif, seperti untuk mengembangkan diri, baik lingkup pribadi,masyarakat, hingga ekonomi.

Dengan mengenali dan memanfaatkan FOMO secara benar, anda akan memperbaiki kualitas hidup dan mencapai berbagai tujuan hidup yang lebih baik kedepan tanpa mengalami tekanan perbandingan sosial yang berlebihan. (Muhammad Affan Himawan)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#tren #manfaat #informasi #dampak positif #fomo #cemas #fenomena