Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Sosok Agus Mulyadi di Balik Film 'Seni Memahami Kekasih', Balut Kisah Cinta dengan Sederhana, Namun Bermakna

Naila Nihayah • Sabtu, 7 September 2024 | 04:19 WIB
BARU TAYANG: Agus Mulyadi saat menunjukkan poster film Seni Memahami Kekasih yang menceritakan perjalanan kisah cintanya dengan sang istri, Kalis Mardiasih.
BARU TAYANG: Agus Mulyadi saat menunjukkan poster film Seni Memahami Kekasih yang menceritakan perjalanan kisah cintanya dengan sang istri, Kalis Mardiasih.
 
 
RADAR JOGJA - Terkadang, kisah cinta seseorang bisa menjadi cerita yang menarik untuk dikulik. Apalagi jika diadopsi menjadi sebuah film. Kisah itu tidak hanya dibumbui dengan romansa layaknya anak muda. Tetapi juga sejumlah prahara yang dapat dijadikan sebagai pelajaran berharga. Itulah yang terjadi antara penulis asal Magelang Agus Mulyadi dengan sang istri, Kalis Mardiasih. Perjalanan cinta mereka dikemas menjadi film yang sederhana dan menarik untuk ditonton. 
 
 
 
Kisah cinta seseorang menjadi satu perjalanan berharga. Segala daya dan upaya akan dilakukan untuk menjemput sosok yang diidam-idamkan. Apalagi jika sosoknya benar-benar menjadi 'pemberhentian' terakhir dalam tahap pencarian cinta. Meski perjalanan itu tidak mulus dan kerap menemui prahara yang mengancam keberlangsungan hubungan tersebut.
 
Satu di antaranya adalah kisah cinta penulis asal Magelang Agus Mulyadi dengan istrinya, Kalis Mardiasih. Kisah perjalanan cintanya terbilang sederhana dan menarik untuk diteladani pasangan muda mudi masa kini. Karena itu, Agus merangkum kisanya dalam tiga puluh delapan bab pada buku Sebuah Seni untuk Memahami Kekasih yang diterbitkan pada 2020 lalu.
 
 
Buku itu pun penuh dengan kenarsisan dan sangat megalomaniak. Menurutnya, kisah-kisah perjalanan cinta dan segala kelucuannya bersama Kalis sangat sayang jika hanya disimpan untuk dirinya sendiri. Pria kelahiran 3 Agustus 1991 itu mencurahkan cintanya melalui goresan tinta sederhana sejak 2017 hingga 2019. Apalagi keduanya memang berkecimpung di dunia kepenulisan. 
 
Di suatu kebetulan, buku tersebut dibaca oleh produser film dari IDN Pictures, Fajar Nugros. Bak mendapat durian runtuh, Agus mendapat tawaran dari Fajar agar buku tersebut dapat difilmkan. "Mereka mau bikin film komedi. Akhirnya bilang, 'ini cocok nggak kalau bukumu dibikin film'. Saya jawab, 'ya ketoke cocok-cocok wae'," ujarnya saat ditemui, Jumat sore (6/9). 
 
Namun, saat itu dia menegaskan bahwa buku Sebuah Seni untuk Memahami Kekasih bukanlah sebuah novel. Melainkan kumpulan tulisan. Fajar pun tidak keberatan soal itu. Lantas, dipilihlah sutradara bernama Jeihan Angga dan penulis Bagus Bramanti untuk mengembangkan cerita agar dapat dihubungkan satu per satu. 
 
Dari beberapa diskusi, kata dia, akhirnya menemukan titik temu dan kecocokan di antara mereka. Berkaca dari film film berbahasa Jawa yang digarap Bagus Bramanti, mereka sepakat untuk membuat film dari buku Sebuah Seni untuk Memahami Kekasih menggunakan bahasa Jawa. Alhasil, dialog yang ada, menggunakan bahasa Jawa.
 
 
Lahirlah sebuah film berjudul Seni Memahami Kekasih yang resmi dirilis pada Kamis (5/9). Film itu dibintangi oleh Elang El Gibran dan Febby Rastanty sebagai dua pemeran utama. Film tersebut mengusung genre romantic comedy. Film itu menceritakan sepasang kekasih yang menghadapi berbagai hal. Mulai dari ujian sebagai pasangan hingga ketakutan akan masa depan, tapi dikemas dengan komedi.
 
Lewat film ini, penonton diajak untuk berkenalan lebih personal dengan sosok Kalis yang diperankan oleh Febby dan Agus yang diperankan oleh Elang. Kalis merupakan sosok perempuan yang berpegang dengan prinsipnya sendiri. Baginya, melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi bukan semata-mata hanya melanjutkan jenjang pendidikan selepas dirinya berada pada fase putih abu-abu.
 
Terlebih, Kalis tinggal di lingkungan yang mendorong perempuan untuk menikah di usia muda. Namun, ia teguh pada prinsipnya dan enggan mengikuti arus di kampung halamannya, Blora. Kalis pun memutuskan untuk mengenyam pendidikan di Solo. Setelah lulus kuliah, Kalis bercita-cita menjadi penulis dan merintis kariernya dengan bekerja di sebuah media bernama Mojok di Jogja. 
 
Pekerjaan itu mempertemukan dirinya dengan Agus yang diperankan oleh Elang. Saat itu, Agus merupakan seorang editor di media tersebut. Semula, mereka hanya berteman. Perlahan-lahan, pertemanan itu mulai berubah. Perasaan suka tumbuh di antara mereka. Hingga akhirnya Agus dan Kalis sepakat untuk mengenal lebih jauh satu sama lain. Meski Agus bukanlah seorang laki-laki rupawan nan kaya raya.
 
Kendati begitu, Agus memiliki kepercayaan diri yang tinggi sehingga semangat dalam mengejar cintanya. Apalagi, Agus memiliki sisi keunikan yang berbeda dengan lelaki lain. Hanya saja, hubungan keduanya tidak selalu berjalan mulus. Mereka beberapa kali diterpa masalah. Satu di antaranya ketika Kalis merasakan gejolak dalam dirinya. 
 
 
Kalis merasa dihantui pengalaman traumatis yang dirasakan oleh temannya. Hingga ia takut jika hal serupa dialami olehnya suatu hari nanti. Situasi itu membuat Kalis sempat menjaga jarak dengan Agus dan hubungannya berada di ujung tanduk. Namun, Agus berhasil mempertahankan hubungannya hingga duduk di pelaminan.
 
Film tersebut tidak melulu menceritakan Agus dan Kalis. Kisah dari para pemeran pendukung juga tak kalah menarik. Termasuk dinamika kisah Rahayu, Akmal, dan Nurcholis yang sukses menghangatkan hati di tengah komedi yang disajikan. Penonton juga bisa mendapatkan tawa kecil lewat lelucon yang dilakukan oleh para pemeran pendukung. Terlebih, Agus ikut memerankan adegan dani sukses menjadi scene stealer. 
 
Sejak adegan pembuka hingga penutup film, penonton merasa sedikit banyak mengaitkan kisah yang disajikan dengan ceritanya. Apalagi kisah percintaan Agus dan Kalis itu cukup ringan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Bukan cerita romansa yang berlebihan atau terkesan mengada-ngada. 
 
Agus pun mengaku senang karena kisah cintanya difilmkan dan merasa seperti Habibie. "Tapi, agak merasa nggak enak sama Fajar karena aku bilang ke dia bahwa ini kisah soal orang biasa ketemu orang biasa. Aku bukan public figur, bukan pejabat besar. Tapi, Fajar bilang, 'zaman sekarang kita bisa bikin film dari bahan apa saja'," paparnya. 
 
Di hari pertama penayangan, Agus sempat merasa pesimis, filmnya akan disambut baik oleh publik. Mengingat filmnya berbahasa Jawa dan dia sendiri bukan sosok terkenal. "Tapi, kemarin (Kamis, Red) kami dikasih 1.100 layar dan aku merasa sangat senang. Dan ini hari kedua (Jumat, Red), tambah 300 layar. Apalagi ini kisah orang biasa ketemu orang biasa," sambungnya. 
 
 
Hanya saja, dalam film tersebut tidak ada latar tempat di Magelang. Padahal, Agus merupakan warga asli Magelang. Hal itulah yang membuat Agus sedikit menyesalinya. Mengingat dia tidak mengawal naskah film hingga tahap eksekusi. Meski produser film kerap meminta pertimbangan dan masukan darinya. 
 
"Sebetulnya ada unsur Magelangnya. Pelat nomor di motor, yaitu AA meskipun itu pelat dari Kebumen dan ada quotes di akhir film. Sebetulnya aku bisa memasukkan (unsur Magelang) lebih, tapi luput. Semoga nanti di film berikutnya. Intinya senang, ceritaku bisa diangkat film. Dari sini, menunjukkan bahwa sebuah film tidak harus wah," lontarnya.
 
Di balik film yang diadopsi dari kisah percintaannya itu, Agus ingin menunjukkan bahwa kesederhanaan bukanlah menjadi sebuah kemustahilan. Pada filmnya, Agus dan Kalis menunjukkan pesta pernikahan yang sederhana, namun terasa khidmat. Situasi itu sebetulnya mampu mendobrak standar kemewahan pesta pernikahan di zaman sekarang. 
 
"Saya ingin memberikan semacam pengetahuan kepada teman-teman bahwa melalui film ini, kehidupan bisa sangat sederhana. Kamu bisa lamaran menggunakan (mobil) Daihatsu Pijet, bawa ayam, jenang krasikan, itu bisa loh. Tidak harus ada standar lamaran dan nikahan harus fancy," ujar bapak satu anak itu.
 
 
 
Editor : Heru Pratomo
#Film #Magelang #fajar nugros #Kalis Mardiasih #megalomania #mojok #cinta #Agus Mulyadi #Seni Memahami Kekasih