RADAR JOGJA - Istilah quarter life crisis, dewasa ini populer di kalangan anak muda.
Namun banyak anak muda yang menyalah artikan istilah ini, beberapa di antaranya belum mengetahui apa sebenarnya arti dari istilah tersebut.
Quarter life crisis jika dibahasa Indonesiakan berarti krisis seperempat abad.
Yakni, periode saat seseorang berusia 18-30 tahun dan merasa hilang arah.
Seseorang merasakan kegalauan terkait masa depan.
Biasanya kekhawatiran ini muncul dari berbagai hal. Meliputi karir, kehidupan sosial, percintaan bahkan relasi.
Fenomena ini seringkali dirasakan oleh banyak anak muda dengan berbagai penyebab, di antaranya sebagai berikut :
• Hidup mandiri untuk pertama kalinya
• Putus cinta setelah menjalani hubungan jangka panjang
• Merintis atau sedang merencanakan masa depan
• Adanya masalah finansial atau pekerjaan
• Baru memahami dunia luar
• Adanya presure dari sekitar
• Adanya teman yang sudah sukses diusia yang sebaya
• Sedang membuat keputusan pribadi yang mempengaruhi kehidupan masa depannya.
Dalam buku berjudul Quarter Life Crisis ada 4 fase dalam hal ini, yakni sebagai berikut :
• Fase pertama seseorang menjadi merasa terjebak dari dalam suatu kondisi. Ia merasa terjerat dan berat dalam menghadapi kondisi tersebut.
• Fase kedua, dalam fase ini orang-orang merasa bahwa dirinya berusaha lebih keras dalam mengejar target dan mengubah kehidupannya menjadi lebih baik.
• Fase ketiga, dalam fase ini seseorang merasa butuh untuk memulai fase kehidupan baru
• Dan yang terakhir, merupakan fase yang timbul komitmen dalam dirinya untuk dapat menghadapi kehidupan yang telah dimilikinya.
Sangat wajar apabila mengalami kebingungan dalam menghadapi transisi kehidupan, yang harus kita lakukan adalah tidak berlarut-larut didalam kebingungan tersebut.
Beberapa cara yang harus dilakukan adalah dengan membulatkan tekad, memahami diri sendiri serta menggali potensi diri. (Aina Puspita Ningrum)
Editor : Meitika Candra Lantiva