Anggapan ini sudah cukup lama beredar di masyarakat dan sering dijadikan sebagai bahan diskusi.
Namun, apakah anggapan ini benar-benar didukung oleh fakta atau hanya sekadar mitos?
Namun kita awali diskusi kita dengan definisi dari Multitasking itu sendiri, sebenarnya definisi dari multitasking itu sendiri cukup beragam dan luas.
Tetapi terdapat yang mendifinisikan Multitasking sebagai kemampuan untuk melakukan beberapa tugas sekaligus, sementara yang lain mendefinisikannya sebagai kemampuan untuk beralih dengan cepat antara satu tugas ke tugas lainnya.
Anggapan bahwa perempuan lebih baik dalam multitasking sering dikaitkan dengan peran tradisional perempuan dalam rumah tangga.
Dulu, perempuan seringkali harus mengurus rumah tangga, anak-anak, dan pekerjaan sekaligus.
Hal ini kemudian ditafsirkan sebagai bukti bahwa perempuan memiliki kemampuan multitasking yang lebih baik.
Meskipun anggapan ini sudah lama beredar, penelitian ilmiah mengenai hal ini justru menunjukkan hasil yang beragam dan seringkali bertentangan.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa perempuan memang cenderung lebih baik dalam multitasking, sementara penelitian lainnya tidak menemukan perbedaan yang signifikan antara perempuan dan laki-laki dalam hal kemampuan multitasking.
Berdasarkan penelitian yang ada, sulit untuk mengatakan secara pasti bahwa perempuan secara alamiah lebih baik dalam multitasking dibandingkan pria.
Kemampuan multitasking lebih dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk jenis tugas, pengalaman, dan faktor individu lainnya.
Jadi, mengapa mitos ini masih terus beredar? Mitos ini mungkin masih terus beredar karena beberapa alasan, antara lain stereotip gender, karena stereotip gender tentang perempuan sebagai pengasuh dan laki-laki sebagai pencari nafkah telah mengakar kuat dalam masyarakat.
Penting untuk diingat bahwa kemampuan multitasking bukanlah sesuatu yang bersifat mutlak dan tidak dapat dipelajari.
Baik perempuan maupun laki-laki dapat meningkatkan kemampuan multitasking mereka melalui latihan dan pengalaman.
Jadi, daripada berdebat tentang siapa yang lebih baik dalam multitasking, lebih baik kita fokus pada bagaimana meningkatkan kemampuan multitasking kita masing-masing.
Sumber: Berbagai sumber
(Demartha Salsa Anugrah)
Editor : Bahana.