Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Wah, 5 Perangkat Elektronik di Rumah Ini Bikin Boros Listrik: Jadi Penyebab Utama Tagihan Listrik Membengkak!

Winda Atika Ira Puspita • Selasa, 30 Juli 2024 | 22:31 WIB
Meteran Listrik.
Meteran Listrik.

RADAR JOGJA – Dengan meningkatnya kesadaran akan dampak lingkungan dan kebutuhan untuk mengelola biaya rumah tangga, banyak pemilik rumah kini mulai memperhatikan konsumsi energi dari peralatan elektronik mereka.

Hasil studi terbaru mengungkapkan, bahwa beberapa alat elektronik di rumah ternyata menjadi penyebab utama borosnya penggunaan listrik.

Ini menimbulkan kekhawatiran mengenai dampak finansial dan lingkungan.

Laporan dari lembaga riset energi menunjukkan, bahwa beberapa perangkat elektronik di rumah kita mengkonsumsi energi secara signifikan lebih tinggi daripada yang diperkirakan.

Perangkat-perangkat tersebut di antaranya:

1. Kulkas

Kulkas yang lebih tua atau tidak efisien dapat mengonsumsi energi hingga dua kali lipat dibandingkan dengan model baru yang lebih efisien.

Teknologi seperti kompresor inverter dan isolasi yang lebih baik dapat membantu mengurangi konsumsi energi.

2. Pemanas Air Elektrik

Pemanas air, terutama yang berkapasitas besar, menggunakan banyak energi, serta jika digunakan secara terus-menerus tanpa pengaturan suhu yang efisien.

3. Televisi

Televisi besar dengan layar LED atau LCD memerlukan daya yang cukup besar, terutama jika ditonton dalam waktu lama.

4. Pengering Pakaian

Pengering pakaian, terutama model yang lebih tua, memerlukan banyak energi untuk memanaskan udara dan mengeringkan pakaian.

5. Perangkat Elektronik Standby

Banyak perangkat elektronik, seperti charger dan peralatan kecil yang terhubung ke sumber listrik terus-menerus, tetap mengonsumsi daya meskipun dalam mode standby.

Dampak Lingkungan dan Biaya

Konsumsi energi yang tinggi tidak hanya meningkatkan tagihan listrik bulanan, tetapi juga berkontribusi pada jejak karbon rumah tangga.

Energi yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil, seperti batubara atau gas alam, berkontribusi pada emisi gas rumah kaca dan perubahan iklim.

Oleh karena itu, mengurangi konsumsi energi dari perangkat elektronik tidak hanya menghemat uang tetapi juga membantu lingkungan.

Untuk mengatasi masalah ini, para ahli merekomendasikan beberapa langkah untuk mengurangi konsumsi energi:

• Gunakan perangkat hemat energi: Pertimbangkan untuk mengganti perangkat lama dengan model yang memiliki label efisiensi energi, seperti label ENERGY STAR.

• Matikan perangkat yang tidak digunakan: Cabut perangkat dari sumber listrik saat tidak digunakan atau gunakan soket listrik dengan switch untuk mematikan beberapa perangkat sekaligus.

• Optimalkan pengaturan perangkat: Sesuaikan pengaturan pada perangkat, seperti mengatur suhu kulkas atau mengatur waktu penggunaan pemanas air.

• Investasi dalam teknologi cerdas: Gunakan perangkat pintar seperti termostat yang dapat diprogram atau lampu LED yang dapat dikontrol secara otomatis.

• Lakukan perawatan rutin: Perawatan rutin pada perangkat seperti pembersihan filter pengering pakaian atau pengecekan seal kulkas dapat meningkatkan efisiensi energi.

Memahami dan mengelola konsumsi energi dari perangkat elektronik di rumah, merupakan langkah penting dalam mengurangi biaya dan dampak lingkungan.

Dengan langkah-langkah sederhana seperti mengganti perangkat lama dan mematikan perangkat yang tidak digunakan, kita dapat mengurangi penggunaan energi secara signifikan dan berkontribusi pada upaya global melawan perubahan iklim.

Untuk informasi lebih lanjut tentang cara menghemat energi dan mengurangi tagihan listrik, kunjungi situs web lembaga energi lokal atau konsultasikan dengan ahli energi di area Anda. (Gervasius Domingga Weking)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#menghemat uang #dampak lingkungan #konsumsi energi #alat elektronik #peralatan elektronik #biaya rumah tangga