Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Menelusuri Keindahan Aurora: Fenomena Alam yang Menakjubkan, Memancarkan Cahaya Menari di Atas Langit

Winda Atika Ira Puspita • Senin, 22 Juli 2024 | 17:20 WIB
Aurora terlihat di dekat Fairbanks, Alaska pada 21 Maret 2014.
Aurora terlihat di dekat Fairbanks, Alaska pada 21 Maret 2014.

 

RADAR JOGJA - Aurora adalah fenomena alam yang sangat menakjubkan yang terlihat di malam hari.

Fenomena ini memancarkan cahaya yang menari-nari di atas langit. Sayangnya, aurora tidak muncul di Indonesia karena medan magnet bumi yang berinteraksi dengan partikel berenergi tinggi dari matahari.

Proses Terjadinya Aurora

Aurora disebabkan oleh matahari yang mengirimkan banyak energi dan partikel kecil ke bumi.

Namun, matahari tidak selalu mengirimkan energi yang sama sepanjang waktu.

Terdapat angin matahari yang mengalir dan juga badai matahari. Ketika badai matahari datang ke arah bumi, sebagian energi dan partikel kecil dari matahari bergerak menyusuri garis medan magnet di kutub utara dan selatan ke atmosfer bumi.

Di sana, partikel-partikel matahari yang bermuatan akan berinteraksi dengan molekul gas di atmosfer bumi, terutama oksigen dan nitrogen.

Interaksi ini melepaskan energi dalam bentuk cahaya, yang kita lihat sebagai aurora.

Jenis-Jenis Aurora

1. Aurora Borealis (Cahaya Utara)

Terjadi di belahan bumi bagian utara dan sering terlihat di negara-negara seperti Kanada Timur, Alaska, Norwegia, dan Rusia.

2. Aurora Australis (Cahaya Selatan)

Terjadi di belahan bumi bagian selatan, biasanya terlihat di Antartika, Selandia Baru, dan Tasmania.

Warna-Warna Aurora

1. Hijau

Warna hijau adalah yang paling sering dijumpai dan dihasilkan oleh partikel bermuatan dan molekul oksigen konsentrasi tinggi yang bertabrakan pada ketinggian antara 100 hingga 300 km.

2. Merah

Aurora berwarna merah jarang terlihat. Warna ini dihasilkan oleh oksigen atomik pada ketinggian lebih dari 300 km atau oleh nitrogen molekuler pada ketinggian lebih rendah sekitar 100 km.

3. Ungu dan Biru

Mirip dengan warna merah, warna ungu dan biru terjadi pada ketinggian sekitar 100 km dan dihasilkan oleh nitrogen yang bertabrakan dengan partikel matahari.

4. Kuning dan Pink

 Warna kuning dan pink jarang terjadi namun merupakan kombinasi dari cahaya hijau dan merah.

Fenomena ini memang unik. Perpaduan warna antara langit malam dengan cahaya-cahaya indah membuat siapa saja kagum melihatnya, walau hanya dalam ponsel saja. (Tastabila Maika Warditya)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Fenomena Alam #Medan Magnet Bumi #matahari #partikel berenergi tinggi #memancarkan cahaya #aurora #langit #Indonesia