RADAR JOGJA - Yogyakarta memiliki banyak keunikan.
Banyak julukan yang disandang Kota Gudeg ini.
Salah satu yang tidak asing lagi yakni, Kota Pelajar.
Julukan Yogyakarta sebagai kota pelajar ini sudah melekat lama, sejak dulu Yogyakarta sudah menjadi pusat pendidikan.
Itu sebabnya banyak pendatang dari luar DIY menempuh pendidikan atau pencari peruntungan bekerja di wilayah ini.
Hal ini menarik pendatang untuk kemudian mencari tempat tinggal yang nyaman.
Salah satu tempat tinggal yang sering menjadi buruan adalah Indekos.
Dihimpun dari sejumlah sumber, ada beragam istilah penyebutan dunia indekos di Jogja.
Ada indekos biasa, kos-kosan muslim, kos non LV (bebas) dan kos LV. Berikut penjelasannya!
Indekos Biasa
Indekos biasa adalah kos dengan jam malam dan pengawasan yang ketat. Biasanya pemilik kos menerapkan aturan ketat.
Misal dengan memberikan batasan jam malam, dan tidak diperkenankan tamu masuk kamar.
Tamu hanya diperbolehkan hingga depan teras atau ruang tamu kos.
Penghuni kos selalu dalam pantauan pemilik kos.
Kos biasa biasanya hanya ditempati sesama jenis, hanya khusus perempuan ataupun khusus laki-laki. Bukan kos-kosan campur.
Indekos Muslim
Indekos muslim umumnya diperuntukkan bagi mereka yang beragama muslim.
Pemilik kos sangat memperhatikan betul tata aturan dan kaidah sebagai umat muslim. Meski demikian ada juga yang menerima non muslim asal berkepribadian baik.
Hampir sama dengan kos biasa, indekos ini memperhatikan jam malam dengan memberikan batasan jam malam, boleh pulang terlambat, asalkan memberi kabar pemilik kos.
Tamu biasanya boleh datang di jam tertentu dan hanya sebatas di ruang tamu yang telah disediakan.
Penghuni indekos muslim ditempati sesama muslim bukan campuran.
Kos bebas (Non-LV)
Kos bebas adalah kos dengan jam malam bebas, tapi penghuninya tidak diperkenankan untuk membawa lawan jenis masuk ke dalam kamar.
Kos bebas ini juga ada beragam jenisnya. Ada yang diperuntukkan khusus mahasiswa; mahasiswa, pekerja dan keluarga (rumah tangga); serta penghuni bisa lawan jenis.
Bisa untuk cewek dan cowok.
Sementara khusus yang berumah tangga, dapat menunjukkan bukti surat nikah.
Kos LV
Kos LV singkatan dari Indekos 'Las Vegas'. Istilah ini populer di Yogyakarta, Solo dan Surabaya.
Kos LV dengan mudah ditemukan di Jogja. Para penghuninya beralasan tak ingin dikekang dengan berbagai macam aturan. Terutama disaat membawa pacar atau pasangan ke kamar.
Belum diketahui pasti siapa pencetus istilah Kos LV, namun sejumlah sumber mengatakan bahwa LV merujuk pada salah satu kota di Amerika Serikat yaitu Las Vegas.
Sebagaimana diketahui Las Vegas memiliki sisi kelam dan reputasi sebagai Sin City (Kota Dosa).
Budaya freedom ini melekat kuat pada kota Las Vegas.
Sehingga Las Vegas (LV) dinilai pas menggantikan istilah kos bebas tanpa kekangan aturan alias suka-suka penghuni.
Kos LV bebas jam malam dan bebas menerima tamu masuk kamar. Alias Freedom!
Ada beragam rate harga yang ditawarkan. Mulai dari indekos murah hingga esklusif kelas hotel.
Itulah beberapa jenis indekos yang ditemui di Yogyakarta. Dari berbagai jenis itu, manakah yang pernah kamu buru? (Bayu Prambudi Susilo)
Editor : Meitika Candra Lantiva