Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Crop Top Dikenal sejak Era 1980, saat Jayanya Film Warkop DKI

Elang Kharisma Dewangga • Sabtu, 13 Juli 2024 | 15:00 WIB

 

DIGANDRUNGI: Crop top lebih sering digunakan oleh perempuan yang tidak memakai kerudung atau hijab karena menunjukkan bagian perut. Sebab bahannya seringkali sejajar dengan pinggang
DIGANDRUNGI: Crop top lebih sering digunakan oleh perempuan yang tidak memakai kerudung atau hijab karena menunjukkan bagian perut. Sebab bahannya seringkali sejajar dengan pinggang

RADAR JOGJA - Crop top adalah salah satu tren mode yang telah menjadi ikon dalam dunia fashion modern. Bentuknya adalah jenis pakaian atasan yang dipotong pendek. Seringkali sejajar dengan pinggang atau bahkan sedikit di atas pusar.

Sama seperti mode fashion lainnya, tren crop top sendiri merupakan pengulangan dari tren yang pernah terjadi sebelumnya.

Dosen Tata Boga, Busana dan Rias Kecantikan UNY Septiari Nawanksari mengatakan, tren crop top sempat moncer di era tahun 1980-an. Terutama saat berjayanya film Warkop DKI. Hanya saja, saat ini penggunaannya banyak dikombinasikan dari segi modelnya. “Intinya trennya diulang di tahun-tahun sekarang dan sudah ada modifikasi,” ujarnya kepada Radar Jogja Jumat (12/7).

Tren fashion, lanjutnya, sering kali mengalami perubahan karena beralihnya selera dan preferensi masyarakat dari waktu ke waktu. Meskipun demikian, tidak bisa diabaikan bahwa tren masa lalu seringkali menjadi pijakan atau inspirasi bagi tren di masa depan.

Banyak gaya dan tren dari masa lampau yang kembali populer atau diadaptasi kembali dengan sentuhan modern. Seperti tren crop top ini.

Menurutnya, crop top sendiri kembali muncul sejak sekitar dua tahun terakhir. Menjadi populer di kalangan selebriti dan influencer. “Selebriti yang memang notabene juga selebgram pengikutnya banyak, apa yang digunakan biasanya akan digandrungi,” jelas Septiari.

Perkembangan dalam dunia fashion sendiri telah membawa banyak perubahan dalam cara penggunaan crop top. Termasuk dalam hal kombinasi dan gaya.

Dahulu, crop top mungkin lebih sering digunakan oleh perempuan yang tidak memakai kerudung atau hijab karena menunjukkan bagian perut. Namun sekarang ini ada banyak variasi dan cara untuk memadukan crop top dengan gaya busana hijab. “Sekarang kombinasinya bisa lebih beraneka ragam,” kata Septiari.

Dia menjelaskan, styling baju model crop top bagi perempuan berkerudung bisa menggunakan baju dalam seperti manset. Sehingga bagian tangan dan perut tetap tertutup. Sementara untuk bawahan, bisa mengenakan rok lebar seperti plisket atau celana berpotongan lurus yang tidak ketat. Misalnya, celana palazzo yang memiliki pinggang tinggi. “Orang berhijab pun tetap bisa tampil fashionable,” ucapnya.

Sementara itu, Septiari menyebut bahwa padu padan baju crop top juga harus disesuaikan dengan bentuk tubuh dari sang pengguna. Jika pengguna memiliki badan yang besar, maka lebih cocok jika crop top dipadukan dengan celana panjang jenis baggy yang lurus. Supaya bagian paha tidak terlihat besar.

Sedangkan jika tubuh pengguna berukuran kecil, maka crop top bisa dipadukan dengan pakaian apapun. Seperti celana berjenis pensil.

Dia mengungkapkan, tren crop top saat ini mungkin akan digantikan oleh tren lain dalam beberapa waktu mendatang. Seperti baju dengan lengan balon atau gaya pakaian yang fokus pada bagian lengan maupun pundak. Sebab baju lengan balon atau desain dengan fokus pada bagian lengan memang sudah mulai muncul kembali dalam beberapa koleksi fashion terbaru. “Tapi tidak menutup kemungkinan beberapa dekade kemudian, crop top tren lagi karena fashion bentuknya pengulangan,” tandasnya. (tyo/eno)

 

Editor : Satria Pradika
#baju #crop top #lifestyle #modern #warkop dki #fashion