RADAR JOGJA - Unit kendaraan roda empat yang kerap dimodifikasi untuk cumi-cumi darat adalah produk dari Toyota. Khusus untuk mobil diesel. Meskipun tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan performa dan kecepetan mobil, namun tidak bisa digunakan jangka panjang.
Sebab modifikasi mobil standar ke cumi-cumi darat, bisa dilakukan dengan menaikkan volume injeksi. Namun karena ketika volume injeksi melebihi standard atau melebihi setelan pabrik, maka bahan bakar yang digunakan juga lebih banyak. “Serta menghasilkan gas buang yang lebih pekat. Itu mengganggu dan polusi,” sebut Asisten Kepala Bengkel Nasmoco Mlati Jogja Paska Estu Wicaksono kemarin (28/6).
Dampak lainnya yang bisa terjadi adalah kinerja mesin mobil jadi bertambah berat. Berpotensi menyebabkan panas pada mesin atau overheat. "Berpotensi rusaknya mesin," ujarnya.
Modifikasi cumi-cumi darat, kata Paska, biasa untuk mobil jenis Innova dan Fortuner. Sejatinya, standar mobil diesel idealnya bisa digunakan hingga 30 tahun. Namun jika dengan modifikasi cumi-cumi darat ini, mobil tidak akan bertahan dalam kurun waktu tersebut. "Mesin itu punya kapasitas dan durabilitas yang sudah ditentukan, jadi tidak bisa dipaksakan," pesannya.
Oleh karena itu, di bengkelnya tidak menyediakan layanan modifikasi cumi-cumi darat. Namun tak jarang, banyak pelanggan yang datang untuk meminta mengembalikan mobil ke setelan pabrik. Dengan biaya yang diperlukan dua kali lipat dari harga modifikasi. “Kalau yang diubah terlalu banyak, mengembalikannya juga lebih susah dan mahal," lontarnya. (iza/eno)
Editor : Satria Pradika