Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pelihara Hewan Tak Lazim, Warga Gombong Vaulin Vincentia Rela Urus Izin hingga Rogoh Kocek Jutaan Rupiah per Bulan

Muhammad Hafied • Sabtu, 22 Juni 2024 | 14:30 WIB

 

Vaulin Vincentia, 52, wanita asal Selokerto, Gombong sedang bercengkerama dengan binturung.M Hafied/Radar Jogja
Vaulin Vincentia, 52, wanita asal Selokerto, Gombong sedang bercengkerama dengan binturung.M Hafied/Radar Jogja
 

 

RADAR JOGJA - Bagi Vaulin Vincentia, 52, dapat hidup berdampingan dengan spesies langka merupakan kebahagiaan tersendiri. Termasuk ketika memelihara tujuh indukan binturung. Hewan berbulu halus mirip musang itu dia rawat dengan sepenuh hati.


Bagi Vaulin, binturung adalah satu dari sekian banyak hewan yang cukup menggemaskan. Tingkah dan perilakunya hampir sama dengan hewan jinak lain seperti kucing atau anjing. "Siapa sih yang tidak suka lihat binturung. Selucu ini. Sering anak-anak main ke sini, lihat langsung suka," jelasnya Jumat (21/6).

Vaulin Vincentia, 52, wanita asal Selokerto, Gombong sedang bercengkerama dengan binturung.M Hafied/Radar Jogja
Vaulin Vincentia, 52, wanita asal Selokerto, Gombong sedang bercengkerama dengan binturung.M Hafied/Radar Jogja


Vaulin mengungkapkan, awal ketertarikan memelihara binturung berangkat dari rasa perihatin. Sebab spesies ini sekarang cukup jarang ditemukan di alam bebas.

Dia pun tak ingin binturung menjadi bahan perburuan liar oknum tak bertanggung jawab. "Dari hobi suka binatang, kemudian kasihan lihat binturung terancam punah," beber wanita asal Desa Selikerto, Gombong itu.


Secara kasat mata hewan ini nyaris menyerupai musang. Hanya saja postur tubuhnya jauh lebih besar dengan ekor cukup panjang. Hewan yang masuk keluarga mamalia ini memiliki bulu hitam pekat. Binturung punya kebiasaan hidup di pohon. "Habitatnya memang di pohon. Makanya di kandang ada kayu buat main," ucapnya.


Dia mengaku, banyak konsekuensi yang harus ditanggung setelah memelihara binturung. Mulai dari pengurusan izin, membangun kandang, hingga biaya operasional dan perawatan. Namun semua itu bukan jadi soal bagi Vaulin.

Asalkan penangkaran hewan langka di belakang rumahnya terisi penuh. "Sulit lho. Ada beberapa syarat yang harus terpenuhi sebelum dapat surat dari BKSDA," ungkapnya.

Vaulin Vincentia, 52, wanita asal Selokerto, Gombong sedang bercengkerama dengan binturung.M Hafied/Radar Jogja
Vaulin Vincentia, 52, wanita asal Selokerto, Gombong sedang bercengkerama dengan binturung.M Hafied/Radar Jogja


Selain binturung, dia juga memelihara hewan langka lain. Seperti kura-kura kaki gajah, iguana, babi mini hingga caimon lizard asal Amerika. Aktivitas penangkaran spesies langka ini sudah dilakoni tiga tahun terakhir. "Satu bulan operasional saja sampai 15 juta. Itu buat pakan 35 spesies. Jumlah individu ada 200 lebih hewan," beber Vaulin.


Menurutnya, merawat hewan nyaris hampir punah memiliki kesan tersendiri. Ketimbang merawat hewan peliharaan yang lazim ditemui. Namun, dia bersyukur karena hobi tersebut mendapat dukungan penuh dari keluarga. "Kami berhasil mengembangbiakan, binturung dalam penangkaran tapi tetap bisa beranak," tandasnya. (fid/eno)

Editor : Satria Pradika
#musang #Gombong #Pelihara Hewan #Hewan Tak Lazim