RADAR JOGJA - Banyak orang mencari cara terbaik untuk memulai hari dengan tenang dan penuh makna.
Filosofi Stoic, yang diajarkan oleh tokoh-tokoh besar seperti Seneca, Epictetus, dan Marcus Aurelius, menawarkan panduan praktis untuk menjalani hari dengan bijaksana.
Menggabungkan prinsip-prinsip Stoic ke dalam rutinitas pagi dapat membantu kita memulai hari dengan ketenangan dan kekuatan batin.
Filosofi ini mengajarkan kita untuk fokus pada hal-hal yang bisa kita kendalikan dan menerima hal-hal yang berada di luar kendali kita.
Ajaran Stoic menekankan pentingnya kendali diri, penerimaan, dan kebijaksanaan dalam menghadapi berbagai situasi.
Memulai hari dengan prinsip-prinsip Stoic dapat membantu kita menjaga keseimbangan emosional dan fokus pada apa yang benar-benar penting.
Dilansir dari Psychology Today pada Rabu (29/5), terdapat beberapa cara memulai hari ala Stoic yang sangat bermanfaat dalam kehidupan kita.
1. Jangan Takut Bertemu dengan Orang yang Menjengkelkan
Salah satu catatan Marcus Aurelius dalam bukunya Meditasi mengungkapkan bahwa, "Hari ini, saya akan bertemu orang-orang yang suka ikut campur, tidak tahu berterima kasih, agresif, pengkhianat, jahat, dan tidak sosial."
Yang hendak dikatakan di sini adalah, mungkin hari ini kita akan bertemu dengan orang-orang yang menjengkelkan.
Namun, kita perlu menyadari bahwa perilaku negatif ini disebabkan oleh ketidaktahuan mereka tentang hakikat kebaikan dan kejahatan.
Dengan memahami prinsip ini, kita bisa bersikap lebih sabar dan bijaksana ketika berhadapan dengan mereka.
2. Terbuka untuk Berkawan dan Hindari Konflik
Marcus Aurelius juga mengungkapkan, "Kita dilahirkan untuk bekerja sama, seperti kaki, seperti tangan, seperti kelopak mata, seperti deretan gigi atas dan bawah.
Jadi melakukan perlawanan terhadap satu sama lain adalah hal yang bertentangan dengan alam: dan kemarahan atau penolakan adalah pertentangan."
Semua manusia memiliki bagian dalam kehidupan. Oleh karena itu, seharusnya kita bekerja sama secara harmonis, seperti bagian-bagian tubuh yang bekerja sama.
Menolak atau marah terhadap sesama adalah tindakan yang bertentangan dengan kehidupan dan esensi manusia itu sendiri.
Bahkan membuat kita menjadi sulit menjalani hidup. Dengan kata lain, penting untuk menerapkan keharmonisan dan kolaborasi dalam kehidupan sehari-hari, serta menghindari konflik dan perpecahan sekecil mungkin.
3. Saling Bekerja Sama
Ketika kita hendak memulai hari bertemu dengan kawan kerja, prinsip mendasar yang perlu dipegang adalah kerja sama sebagai tujuan hidup kita yang sejati.
Dengan bersatu mencari kebaikan, kebenaran, keindahan, dan persatuan, kita dapat membawa dampak positif yang lebih besar dalam kehidupan sehari-hari, baik secara pribadi maupun sosial.
Hal ini mengajak kita untuk merangkul kolaborasi sebagai cara untuk mencapai kehidupan yang lebih harmonis dan bermakna.
Kerja sama bukan hanya tentang mencapai tujuan bersama, tetapi juga tentang membangun hubungan yang lebih kuat dan saling mendukung.
4. Berpikir Positif dan Penuh Pengertian
Kita perlu mengubah cara pandang terhadap orang lain meskipun mereka berusaha menyakiti kita.
Daripada membalas dengan mengkritik atau menyakiti balik, alangkah baiknya kita melihat orang lain sebagai sesama manusia yang juga memiliki kelemahan dan perjuangan seperti kita.
Dengan memposisikan diri pada sudut atau cara pandang mereka, kita bisa lebih memahami alasan di balik perilaku mereka, dan mungkin merasa empati atau lebih toleran terhadap mereka.
Ini adalah panggilan untuk menunjukkan lebih banyak pengertian dan kebaikan kepada orang lain, bahkan dalam situasi yang sulit.
Sikap ini tidak hanya membantu kita menjaga ketenangan dan keseimbangan batin, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih positif dan mendukung bagi semua orang di sekitar kita.
Editor : Bahana.