RADAR JOGJA - Menabung emas memiliki risiko yang lebih rendah dibandingkan dengan investasi saham. Hal ini karena nilai emas stabil, dan cenderung naik meski dalam jangka waktu yang lama.
“Kalau main saham harganya bisa menjadi turun risikonya lebih gede ketika inves saham,” kata Pengamat Ekonomi Pembangunan dari Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII Rokhedi Priyo Santoso kemarin (3/5).
Meski demikian, masih banyak kalangan milenial yang memilih berinvestasi saham. Sebab saham dapat mengambil keuntungan dalam jangka pendek. Bisa dijual saat harga melambung, dan dibeli saat harga saham sedang anjlok.
Berbeda dengan emas, jual beli dalam waktu yang singkat justru akan rugi. Sebab ada biaya yang dikenakan penjual terhadap pembelinya. Oleh karena itu investasi emas tidak cocok untuk dilakukan dalam jangka pendek. “Orang inves di emas mengharapkan hasilnya dalam jangka panjang yang signifikan setelah dalam kurun waktu beberapa tahun,” lontarnya.
Tetapi, bukan berarti nabung emas tidak memiliki kelebihan. Karena harga yang stabil, risiko kerugian sangat kecil. Hanya saja, diakuinya investasi saham terbilang cukup praktis untuk anak muda. Sebab hanya dengan sistem atau bermodalkan akun. Sementara menabung emas, memerlukan media penyimpanan. “Harga emas sekitar Rp 1,2 juta untuk satu gram. (Uang itu, Red) bisa untuk beberapa kali main saham,” ucapnya. (rul/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita