Anak muda hingga orang tua berbondong-bondong ingin menyaksikan film tersebut.
Film ini merupakan salah satu film yang megambarkan bagaimana siksa kubur yang akan dialami manusia setelah mengalami kematian.
Lembaga Sensor Film (LSF) telah menetapkan film hanya dapat di tonton oleh anak usia di atas 17 tahun.
Namun siapa sangka ternyata ada orang tua yang mengajak anaknya menonton film Siksa Kubur ini.
Membawa anak ke bioskop terkadang menjadi pilihan bagi orang tua untuk mencari hiburan dan refreshing sekaligus bersama anak – anak.
Namun ada satu hal penting untuk diingat bahwa tidak semua film cocok untuk ditonton anak-anak.
Seorang Psikolog anak dan remaja dari Lembaga Psikologi Terapan UI yaitu, Vera Itabiliana menjelaskan bahwa ternyata ada beberapa dampak yang bisa dialami jika anak menonton film yang tidak sesuai dengan usianya:
Anak dapat belajar hal-hal yang salah
Film dengan adegan kekerasan atau berbau seksual dapat memberikan stimulasi yang tidak tepat bagi anak dan berakibat pada persepsi yang salah.
Anak bisa merasa takut dan cemas
Adegan-adegan keras dalam film dapat memicu rasa takut dan cemas pada anak, terutama bagi anak di bawah usia 12 tahun.
Anak belum bisa membedakan antara fantasi dan kenyataan
Anak mungkin menganggap adegan dalam film sebagai kenyataan, seperti tokoh jahat yang mengikutinya di dunia nyata.
Meskipun mengajak anak ke bioskop menjadi salah satu cara untuk melakukan refreshing, orang tua tetap harus memperhatikan apa tayangan yang sesuai untuk di konsumsi anak anak.
Selain itu jika dilihat dari kejadian yang tengah viral ini, sebaiknya juga pihak dari bioskop dapat memberikan himbauan supaya tayangan setiap penonton dapat sesuai dengan umurnya.