Karena terbuat dari bahan kertas, uang lembaran lebih rawan terkena pemalsuan, terutama pada masa lebaran, peredaran uang palsu semakin marak.
Hal tersebut bisa terjadi karena saat masa lebaran kebanyakan masyarakat biasanya melakukan penukaran uang baru dan tidak semua orang memperhatikan dimana mereka melakukan penukaran sehingga bisa saja mendapatkan uang yang palsu.
Untuk dapat mengetahui uang palsu atau asli biasanya dapat dilihat dari beberapa ciri yaitu:
Uang palsu mudah luntur warnanya jika terkena air karena tinta yang digunakan berbeda dengan uang asli.
Selain itu uang palsu biasanya tidak akan berpendar jika disinari sinar ultraviolet, berbeda dengan uang asli yang akan berpendar.
Dilansir dari Kominfo, selain itu jeli dalam membedakan uang yang palsu merupakan cara yang dapat digunakan untuk terhindar dari uang – uang palsu.
Berikut beberapa cara mudah untuk membedakan uang asli dan palsu dengan tekhnik 3D :
- Teknik 3D :
1. Dilihat : Perhatikan warna uang. Uang palsu umumnya memiliki warna yang lebih pucat dan kusam dibandingkan uang asli.
2. Diraba : Rasakan tekstur kertasnya. Uang palsu biasanya lebih halus dan tipis, seperti kertas HVS, dibandingkan uang asli yang terasa lebih kasar.
3. Diterawang : Perhatikan benang pengaman. Benang pengaman pada uang asli akan berubah warna jika diterawang, sedangkan pada uang palsu tidak. Benang pengaman uang asli juga terasa timbul, sedangkan pada uang palsu hanya terlihat seperti cetakan biasa.
Baca Juga: Beri Peringatan Keras! YouTube Galakkan Kebijakan Anti AdBlocker di 2024
Dengan menggunakan cara – cara tersebut anda dapat membedakan uang palsu dan uang yang asli sehingga anda tidak mendapatkan kerugian.
Jika anda menemukan uang palsu sebaiknya anda tidak menggunakan uang tersebut untuk melakukan transaksi karena dapat merugikan orang lain juga.
Editor : Bahana.