RADAR JOGJA – Google dikabarkan kecolongan karena telah meloloskan aplikasi kripto palsu di Play Store.
Setelah diulik lebih lanjut, ternyata ada kurang lebih 87 aplikasi kripto palsu yang telah edar dan lolos verifikasi.
Google tidak membeberkan nama aplikasi kripto palsu tersebut.
Kemungkinan besar Google telah menghapusnya dari Play Store supaya korban tidak berjatuhan.
Tercatat seratus ribuan lebih orang dari bermacam belahan dunia yang menjadi korban aplikasi.
Hal ini langsung membuat raksasa teknologi tersebut melakukan investigasi menyeluruh untuk menemukan dalang di balik semua ini.
Tentunya masalah ini telah mencoreng nama Play Store sebagai salah satu platform yang aman dan bebas dari masalah.
Proses investigasi membutuhkan waktu dan memakan banyak sekali dana.
Google telah menghabiskan sekitar 1 Milyar Rupiah untuk menemukan siapa dalang di balik semua ini.
Akhirnya Google menemukan dua oknum developer dan menuntutnya.
Salah satu oknum developer ini berasal dari China dan oknum lainnya dari Hong Kong.
Google kecolongan karena mereka berhasil memberikan informasi yang benar – benar tampak layaknya dokumen asli pada kategori kripto dan investasi.
Kini Google menyeretnya ke pengadilan untuk mendapatkan keadilan.
Editor : Bahana.