RADAR JOGJA - Suhu panas yang dirasakan di wilayah DIY belakangan ini menjadi sorotan utama bagi masyarakat setempat.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis informasi yang mengaitkan kondisi ini dengan fenomena alam yang dikenal sebagai equinox.
Menurut BMKG, fenomena equinox menyebabkan potensi cuaca panas di tengah musim penghujan seperti yang sedang terjadi saat ini.
Data pantauan BMKG menunjukkan bahwa suhu di Jogjakarta mencapai rata-rata 30 derajat Celsius, dengan suhu terendah berkisar pada angka 22 derajat Celsius, sementara suhu tertinggi mencapai 33 derajat Celsius.
Equinox sendiri adalah fenomena langka di mana Matahari berada di lintasan garis khatulistiwa.
Fenomena ini terjadi dua kali dalam setahun, yaitu pada 21 Maret dan 23 September.
Selain menyebabkan suhu yang lebih panas dari biasanya, equinox juga memengaruhi posisi Matahari terbit dan terbenam yang dapat dilihat secara horizontal di seluruh dunia.
Hal ini juga dapat diamati oleh orang-orang yang tinggal di wilayah subtropis bagian utara dan selatan.
Sementara itu, ada beberapa fakta menarik terkait fenomena equinox yang perlu diperhatikan, dikutip dari Laman Bustle pada Kamis (21/3), yaitu:
-
Equinox Terjadi 2 Kali dalam Setahun: Equinox berlangsung dua kali dalam setahun, yaitu pada 21 Maret dan 23 September. Fenomena ini memiliki istilah yang berbeda di belahan Bumi utara dan selatan, disebut sebagai Vernal Equinox di utara (musim semi) dan Autumnal Equinox di selatan.
-
Transisi Alam ke Musim Semi: Di belahan Bumi utara, equinox Maret menjadi patokan dimulainya musim semi, sementara di belahan Bumi selatan, equinox September menandai awal musim semi.
Baca Juga: Update Tol Lur! Sebelum Lebaran, Konstruksi Tol Jogja-Solo Paket 2.2 Ditarget Bisa Sentuh 28 Persen -
Durasi Waktu Siang dan Malam Sama: Meskipun disebut equinox yang berarti siang dan malam memiliki durasi yang sama, namun kenyataannya Bumi lebih lama mengalami siang hari saat equinox.
-
Equinox dan Aurora Borealis: Equinox menjadi momen ideal untuk menyaksikan Aurora Borealis di belahan Bumi utara, karena aktivitas geomagnetik lebih intens selama musim semi dan gugur.
-
Equinox dan Kebudayaan: Fenomena equinox juga sangat berhubungan dengan perayaan kebudayaan di berbagai wilayah. Sebagai contoh, di Tiongkok, equinox Maret dirayakan dengan tradisi menyeimbangkan telur sebagai simbol kesuburan dan keberuntungan.
Dengan demikian, pemahaman tentang fenomena equinox memberikan pandangan yang lebih dalam tentang perubahan alam yang terjadi secara periodik dan dampaknya terhadap kehidupan dan budaya manusia di seluruh dunia.
Editor : Bahana.