RADAR JOGJA - Agenda kreatif berbasis workshop di wilayah Jogja terus berkembang dan kian masif dilakukan. Kegiatannya pun beragam, mulai dari workshop berkain, meronce, merangkai bunga, membuat lilin, hingga membuat keramik.
Salah satu penyelenggara yang juga menjadi mentor workshop adalah Dilla Auliya. Selama beberapa tahun terakhir Dilla berfokus untuk memperkenalkan dan memberikan workshop seputar berkain. Utamanya, kepada anak-anak muda.
"Target utamanya anak muda, jadi campaign juga untuk membiasakan pakai kain setiap harinya," katanya pada Radar Jogja kemarin (15/3).
Dalam prosesnya, Dilla banyak melakukan workshop secara mandiri. Namun dia juga membuka kesempatan untuk berkolaborasi dengan pihak lain dalam penyelenggaraannya.
"Bisa dan lumayan sering juga kolaborasi, beberapa waktu lalu aku ada kolaborasi itu pesertanya 100 orang," sambungnya.
Secara umum, dia menilai bahwa workshop kreatif di Jogja beberapa waktu belakangan memang meningkat secara signifikan. Dia sendiri banyak mengenal para mentor atau penyelenggara workshop, yang merupakan temannya atau hanya pernah bertemu dan berkenalan di sebuah acara.
"Semakin bervariasi dan banyak workshop sekarang, seneng sih. Jadi saling kenal juga satu sama lain," ungkapnya.
Tak jarang, selaku penyelanggara Dilla juga melibatkan beberapa workshop kreatif lainnya dan menggabungkannya di satu acara, seperti agenda yang saat ini masih dijalankannya bertajuk Kaget Ada Pasar. Yakni sebuah lokakarya atau pop up market berisi kreatif workshop yang berlangsung di Jogja Nasional Museum (JNM) Bloc yang terletak di daerah Pakuncen, Wirobrajan, Jogja.
"Kami di sini ada beberapa brand dengan ragam jenisnya, selain kain, ada sketch, hingga aksesoris dari produk daur ulang," tuturnya.
Perihal harga dalam workshop yang dijalankannya, Dilla mengaku bahwa angkanya selalu menyesuaikan dengan kapasitas peserta dan juga skala workshop yang dilakukan.
"Selalu beda-beda, itu uangnya juga untuk kebutuhan peserta seperti konsumsi dan berbagai kain serta aksesorisnya," lontarnya.
Terpisah, salah satu orang yang beberapa bulan terakhir juga menggelar workshop adalah Novita Cahyani. Bersama beberapa temannya, Novita berfokus membuat workshop merangkai bunga.
Novita bercerita, bahwa awalnya dia juga merupakan peserta workshop. Setelah dua tahun silam, Novita akhirnya memutuskan untuk membuka dan menyelenggarakan workshop juga.
"Pertama kali ikut dua tahun lalu, terus coba rangkai bunga sendiri buat dijual di wisuda teman. Ternyata laku dan malah banyak yang minta dibikinin workshop," katanya.
"Workshop sudah beberapa kali, tapi memang belum terjadwal rinci," sambung perempuan yang juga bekerja sebagai desainer tersebut.
Perihal biaya workshop, dipatok mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu. Angka tersebut dinilainya cukup masuk akal, mengingat bahwa bunga yang digunakan memang bunga asli. Dan setelah merangkai bunga, properti akan menjadi hak milik peserta.
"Harganya naik turun menyesuaikan bunga apa yang akan dirangkai," tandasnya. (iza/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita