RADAR JOGJA - Meski tergolong jadul, kutek daun pacar rupanya masih banyak digunakan sebagian perempuan dalam beraktifitas.
Pewarna kuku dari daun pacar itu, dipercaya sebagian orang tidak menghalangi wudhu, sehingga dapat dipergunakan untuk ibadah disela-sela waktu ketika beraktifitas.
Echy, Mahasiswa Jurusan Pramugari, Sekolah Tinggi Teknik Kedirgantaraan (STTKD) Jogjajakarta masih menggunakan pewarna kuku ketika sedang kuliah. Perlu diketahui mahasiswa jurusan pramugari dituntut untuk berpenampilan menarik meski berada di lingkungan kampus.
"Kutek daun pacar masih sering saya pakai, karena meski sedang di kampus, saya juga dapat beribadah meski menggunakan pewarna kuku," ujar Echy kepada Radar Jogja, Sabtu (2/3).
Rata-rata harga kutek daun pacar di kisaran Rp 10 ribu sampai dengan Rp 15 ribu perbotol kecilnya. Kata dia, 5 sampai 10 botol dengan beragam warna sekali belanja.
"Namun, banyak juga toko-toko kecantikan yang tidak lagi menyediakan kutek daun pacar, karena bukan lagi trennya," ucapnya.
Sementara itu, Mahasiswa asal Pangandaran Fuji Caroline mengatakan, dulu sempat menggemari pewarna kuku yang berasal dari daun Pacar itu. Namun, kini dirinya enggan memakainya lagi.
"Waktu SMA, saya biasa gunakan, namun sekarang bukan trennya lagi, perempuan mau pewarna kuku yang mengkilap," ujar Fuji saat ditemui.
Selain barangnya yang cukup langka, warna-warna yang dihasilkan dari kutek itu masih monoton dan kurang terang untuk dapat terlihat.
"Kutek yang mengkilap biasanya saya gunakan saat hendak menghadiri pesta atau acara-acara tentu, kalau kutek daun pacar tidak cocok lagi," katanya.
Editor : Heru Pratomo