RADAR JOGJA - Jauh sebelum ada kutek dengan bahan kimia, ada yang namanya daun dari tanaman pacar air. Tanaman dengan nama latin lawsonia inermis itu sering digunakan oleh anak-anak zaman dahulu sebagai pewarna kuku.
Salah satu yang pernah menggunakan kutek alami itu adalah Sri Cahyani Putri. Gadis asal Solo, Jawa Tengah, ini semasa kecil sering menggunakan daun dari tanaman pacar air sebagai pewarna kuku.
Menurutnya, tanaman itu juga cukup mudah didapatkan karena tidak jarang pacar air sebagai tanaman penghias rumah. Mengenang penggunaan daun pacar air sebagai kutek, Putri mengaku dulunya dia mencari daun dari tanaman pacar air di kebun rumahnya.
Setelah dikumpulkan, daun pacar kemudian ditumbuk atau dideplok agar lebih halus. Setelah itu daun yang sudah ditumbuk dipadatkan ke kuku.
"Kalau sudah dipadatkan di kuku tinggal nunggu. Biasanya nanti kuku sudah jadi merah," terang Putri, sapaannya, kepada Radar Jogja, Jumat (1/3).
Menurutnya, untuk membuat kuku merah dengan daun tanaman pacar air biasanya membutuhkan waktu sekitar 10 sampai 15 menit. Agar tidak mudah jatuh, tidak jarang kuku yang sudah diberi tumbukan daun pacar juga harus ditutup dengan plastik.
Putri mengungkapkan, penggunaan daun pacar sebagai kutek memang lebih minim risiko dari segi kesehatan karena berdasar bahan alami. Hanya saja, diakui memang agak ribet dalam penggunaan karena harus diproses terlebih dahulu baru dapat digunakan.
Sehingga ketika dewasa seperti sekarang Putri lebih memilih untuk menggunakan kutek kimia. Lantaran lebih mudah didapat, praktis, serta tidak terlalu ribet dalam hal penggunaannya. "Kutek berbahan daun pacar air memang lebih alami. Namun kadang tidak punya waktu untuk membuatnya," terang Putri.
Begitu mudahnya mendapatkan daun pacar juga diungkapkan mantan pengguna kutek alami ini yang lain. Handayani, ibu rumah tangga di Sleman mengakui dulu paling suka main rias-riasan dengan kutek dari daun pacar.
Selain murah meriah alias gratis, ketersediaan daun pacar di sekitar tempat tinggalnya juga sangat banyak. Kapan saja ia dan teman-teman sebanyanya membutuhkan, tinggal petik di kebun atau di halaman rumah karena memang banyak ditanam.
"Ya, asyik saja bermain menghias kuku dengan kutek dari dauh pacar dengan teman-teman cewek sepermainan. Mudah didapat, buatnya juga mudah. Apalagi dulu belum banyak kutek kimia atau di toko. Lagian kan ini praktis gratis," ujarnya sambil mengenang saat masih anak-anak dulu. (inu/laz)
Editor : Heru Pratomo