Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Work from Anywhere Tak Perlu Berpenampilan Rapi, Bisa Fokus Bekerja Sendiri

Fahmi Fahriza • Sabtu, 17 Februari 2024 | 15:00 WIB

 

 

FAVORIT: Ruang publik termasuk cafe yang saat ini banyak dipilih Ahmad Maliki sebagai tempat untuk bekerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA).
FAVORIT: Ruang publik termasuk cafe yang saat ini banyak dipilih Ahmad Maliki sebagai tempat untuk bekerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA).

RADAR JOGJA - Konsep bekerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA) kini jadi metode bekerja yang mulai banyak diterapkan. Baik dari perusahaan formal hingga perusahaan rintisan macam start-up.

Salah seorang pekerja, Ahmad Maliki mengatakan, selama tiga tahun terakhir ia menjalani pekerjaan dengan konsep WFA. Dia menyebut semuanya berawal saat pandemi yang mengharuskan pekerja work from home (WFH). Namun ketika pandemi mulai mereda, kantornya membuat kebijakan WFA hingga saat ini.

"Saya full WFA, bekerja di bidang IT sebagai programmer, kerjaannya membuat website hingga aplikasi, perusahaannya sendiri ada di Jakarta," katanya pada Radar Jogja kemarin (16/2).

Maliki menyampaikan, bekerja secara WFA disebutnya sama seperti pekerjaan offline. Tetap ada suka dan dukanya. Salah satu hal yang disukainya adalah tidak wajib rapi dalam mengerjakan tugasnya.

"Enaknya ya nggak wajib mandi atau rapi, bangun tidur bisa langsung buka laptop, yang penting kerjaannya selesai," ungkapnya.

Sementara, beberapa hal yang kurang menyenangkan baginya antara lain adalah minimnya interaksi sosial yang terjadi. Karena dia cenderung bekerja sendirian dan hal tersebut cukup membuatnya kesepian.

Untuk menyiasati rasa kesepian atau kebosanan tersebut, Maliki mengaku banyak bekerja di luar rumah untuk mendapatkan suasana yang berbeda. "Selain di rumah sering juga kerja di cafe, bahkan beberapa kali saya sengaja ke luar kota, kerja di sana sekalian liburan," bebernya.

Dia sendiri mengungkapkan, saat ini semakin banyak cafe hingga public space yang menyediakan ruang khusus untuk bekerja. Hal tersebut dinilainya sangat membantu para pekerja dengan konsep WFA seperti dirinya.

Lebih lanjut, Maliki sendiri mengaku mulai berpikir untuk mencari pekerjaan lain yang bisa dijalankan secara offline. "Karena yang sekarang full online, dari proses lamaran sampai evaluasi mingguannya," lontarnya.

 

Penuturan lain datang dari Shania Hardani yang berprofesi sebagai desainer. Shania membeberkan bahwa dia bekerja dari mana saja dan menerima pekerjaan dengan sistem online. "Aku banyak open commission secara online, jadi kerjanya sering di rumah," paparnya.

Dia sendiri mengaku lebih senang menyelesaikan pekerjaan di rumah dan sendirian. Karena dia bisa lebih fokus dan cepat menyelesaikan pekerjaan ketika sendirian. "Lebih suka sendiri sih, kalau misal ke cafe gitu juga sendiri, aku ngerasa minim distraksi aja," lontarnya. (iza/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#lifestyle #Work From Anywhere