RADAR JOGJA – Perayaan tahun baru Imlek semakin dekat.
Perayaan tahun baru Imlek dimulai pada hari pertama bulan pertama di penanggalan Tionghoa.
Tahun ini, Perayaan Imlek jatuh pada 10 Februari 2024. Tepatnya empat hari sebelum Pemilu berlangsung, 14 Februari mendatang.
Selain kue keranjang, merayakan tahun baru Imlek sepertinya tak lengkap tanpa adanya buah jeruk.
Bukan hanya sekedar hiasan atau suguhan, rupanya buah jeruk memiliki makna yang sangat mendalam.
Di balik kesegaran rasanya, jeruk memiliki makna yang menggambarkan harapan, kekayaan, kesejahteraan, dan keberuntungan.
Dengan filosofi yang kaya dan mendalam, hal itulah yang membuat buah jeruk tidak hanya menjadi hiasan meja yang ceria, saat Imlek tiba.
Berikut alasan mengapa buah jeruk tak boleh terlewatkan ketika perayaan Imlek.
Sebagai simbol kekayaan dan kesejahteraan
Jeruk, yang dalam bahasa Tionghoa disebut sebagai 'kam', memiliki kemiripan bunyi dengan kata 'wang' yang berarti kekayaan.
Oleh karena itu, kehadiran jeruk di meja perayaan Imlek dianggap membawa keberuntungan dan kekayaan.
Memilih jeruk yang utuh dan berwarna cerah menjadi simbol keberhasilan dan kemakmuran yang akan terus berlimpah sepanjang tahun.
Sebagai simbol keseimbangan dan keharmonisan
Jeruk memiliki rasa yang menyegarkan, selain itu juga memiliki rasa manis dan asam mencerminkan filosofi keseimbangan dan keharmonisan dalam hidup.
Tradisi menyajikan jeruk di meja perayaan mengajarkan untuk mencapai keseimbangan dalam segala aspek kehidupan, dari pekerjaan hingga hubungan interpersonal.
Energi positif dan keberanian menghadapi tantangan
Jeruk memiliki warna yang cerah dan energy yang positif, serta dapat menciptakan suasana yang menggairahkan.
Ketika menyertakan jeruk dalam perayaan Imlek, maka akan menghadirkan semangat positif dan keberanian untuk menghadapi segala tantangan yang mungkin dihadapi dalam tahun baru.
Momen keberuntungan dan peluang baru
Buah jeruk juga dikenal sebagai simbol keberuntungan.
Tradisi memberikan jeruk kepada orang lain dianggap membawa keberuntungan bagi keduanya.
Ketika memberikan atau menerima jeruk, seolah membuka pintu untuk peluang baru dan keberuntungan dalam setiap langkah hidup.
Kesatuan kelaurga dan solidaritas
Dalam perayaan Imlek, buah jeruk seringkali disusun dalam tumpukan atau dekorasi kreatif, hal tersebut bertujuan menyoroti kesatuan dan solidaritas dalam keluarga.
Momen berbagi jeruk di antara anggota keluarga menjadi simbol kebersamaan dan memberikan dukungan yang erat dalam menjalani setiap perjalanan hidup. (Zulfa/Radar Jogja)