RADAR JOGJA – Data pribadi merupakan hal yang krusial dan perlu dijaga dengan sangat baik.
Apalagi di era yang serba digital seperti saat ini.
Bahkan hanya dengan internet semua informasi tentang data diri dapat diungkap dengan mudah, sehingga seringkali disalahgunakan.
Pencurian data pribadi merupakan hal yang paling sering terjadi, baik secara besar-besaran maupun dalam skala kecil.
Biasanya hasil dari pencurian data akan dijual di dark web.
Apapun motif pencurian data pribadi, tentu akan mendatangkan dampak buruk bagi pemiliknya.
Dirjen Aplikasi dan Informatika (Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Samuel Abrijani Pangareapan mengatakan, Indonesia belum memahami pentingnya melindungi data pribadi.
Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa ada berbagai alasan mengapa harus menjaga data pribadi. Antara lain:
1. Perlindungan data pribadi dibutuhkan untuk menghindari ancaman pelecehan seksual, perundungan online, hingga kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO).
2. Perlindungan data pribadi perlu dilakukan untuk mencegah oknum atau pihak tak bertanggungjawab dan menghindari potensi pencemaran nama baik.
3. Alasan yang terakhir adalah, untuk memberkan hak kendali atas data pribadi.
Lalu, bagaimana seharusnya menjaga data pribadi agar tidak mudah disalahgunakan? Berikut penjelasannya menurut Kominfo.
Baca Juga: Raih Beasiswa Micro-Credential, Desen UNY Raih Predikat High Distinction
- Menggunakan kata sandi sosial media yang sulit, dan menggantinya secara berkala.
- Menggunakan kata sandi berbeda tiap akun sosial media.
- Tidak menampilkan informasi pribadi di media sosial, untuk menghindari penyalahgunaan data.
- Memerhatikan alamat URL dari lampiran email dan situs yang dikunjungi supaya tidak memasuki situs palsu yang mencoba mencuri data pribadi.
- Memerhatikan izin akses yang diminta aplikasi saat ingin menginstal aplikasi baru.
- Atur pengaturan privasi di akun sosial media yang digunakan untuk menentukan siapa saja yang dapat mengakses profil dan unggahan.
- Berhati-hati dengan tidak membagikan informasi pribadi saat menggunakan koneksi public, karena rawan peretasan.