YouTube semakin gencar dalam upayanya memerangi penggunaan fitur pemblokir iklan, yang umumnya dikenal sebagai "ad blocker."
Fitur ini biasanya diintegrasikan ke dalam browser atau ponsel melalui layanan pihak ketiga.
Sebagai platform yang sangat mengandalkan iklan sebagai sumber utama pendapatannya, YouTube telah mengambil tindakan lebih lanjut dengan memblokir video bagi pengguna yang terdeteksi menggunakan ad blocker pada perangkat mereka.
Christopher Lawton, manajer komunikasi YouTube, menjelaskan dalam sebuah pernyataan bahwa platform ini "memperluas upayanya untuk menangani pemblokir iklan."
Upaya global telah diluncurkan untuk mendorong pengguna agar mengizinkan iklan atau mencoba layanan berbayar, yakni YouTube Premium.
Dilansir melalui The Verge, pada Senin (29/1), Lawton menekankan bahwa iklan adalah pendukung ekosistem konten global di YouTube dan memungkinkan miliaran orang mengakses konten favorit mereka secara gratis.
Pengguna yang terdeteksi menggunakan ad blocker akan melihat jendela video pemberitahuan berwarna hitam dengan judul "Ad blocker melanggar syarat penggunaan layanan YouTube."
YouTube memberitahu pengguna bahwa video mereka akan diblokir kecuali ad blocker dimatikan dan iklan diizinkan.
Selain itu, YouTube mendorong pengguna untuk mencoba layanan berlangganan YouTube Premium.
Layanan ini memungkinkan pengguna menonton YouTube tanpa iklan dengan membayar biaya langganan per bulan.
Upaya YouTube untuk memerangi ad blocker dimulai sejak Juni tahun lalu sebagai "eksperimen kecil secara global."
Namun, dalam beberapa minggu terakhir, YouTube memperluas upaya ini, dan semakin banyak pengguna melaporkan kesulitan menonton video saat menggunakan ad blocker.
Meskipun upaya ini belum merata di seluruh pengguna, beberapa melaporkan bahwa mereka tidak dapat menonton video YouTube dengan ad blocker aktif.
Hingga saat ini, beberapa pengguna masih dapat menonton video seperti biasa tanpa berlangganan YouTube Premium.
Tahun ini, YouTube juga telah membuat beberapa perubahan terkait iklan di platformnya, termasuk memperkenalkan iklan berdurasi 30 detik yang tidak dapat dilewati di aplikasi TV mereka.
Mereka juga telah melakukan eksperimen dengan jeda iklan yang lebih panjang dan lebih jarang di YouTube TV.
Kemungkinan, dengan memperkenalkan jeda iklan yang lebih lama, YouTube berharap dapat mendorong lebih banyak pengguna untuk berlangganan YouTube Premium yang bebas iklan.
Namun, kenaikan harga langganan sebesar 2 Dolar AS dan penghentian paket Premium Lite yang lebih terjangkau mungkin membuat opsi ini kurang menarik bagi beberapa pengguna.
Bagi pengguna YouTube yang ingin menikmati konten favorit tanpa gangguan iklan, disarankan untuk mematikan ad blocker atau mencoba YouTube Premium, yang juga akan mendukung para kreator konten yang mereka nikmati.
Editor : Bahana.