Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Infus Whitening Berbeda dengan Infus Brightening

Fahmi Fahriza • Sabtu, 13 Januari 2024 | 16:00 WIB
TELATEN: dr Rera Rosalia melayani konsultasi pasien sebelum melakukan infus glowing di klinik layanan perawatan kulit Zap Premiere, Kotabaru, Jogja kemarin (12/1).
TELATEN: dr Rera Rosalia melayani konsultasi pasien sebelum melakukan infus glowing di klinik layanan perawatan kulit Zap Premiere, Kotabaru, Jogja kemarin (12/1).

RADAR JOGJA - Treatment infus whitening disebut berbeda dengan perawatan suntik brightening. Hal ini diungkapkan oleh Medical Supervisor Klinik Utama ZAP Premiere Jogjakarta dr Rera Rosalina.

Dia menjelaskan, bahwa infus brightening adalah perawatan yang memasukkan kandungan antioksidan dan vitamin C. Treatment ini, juga menambahkan antimelanogenesis yang dikenal sebagai pencerah kulit sistemik disertai vitamin C. Yang dialirkan melalui intravena dengan laju konstan selama periode waktu tertentu.

ZAP Premiere sendiri, disebut menyediakan layanan infus brightening. Namun tidak dengan infus whitening. Sebab tujuan dari infus brightening bukanlah untuk memutihkan, namun untuk mencerahkan kulit.

"Dalam infus itu yang dipakai multivitamin, misal keluhan klien dengan acne maka kemungkinan dia kekurangan vitamin C, kita berikan treatment lewat suplemen," jelasnya pada Radar Jogja kemarin (12/1).

Rera menyebutkan, untuk tujuan mencerahkan kulit berarti harus berfokus pada daya tahan tubuh. Salah satunya adalah dibantu dengan meningkatkan vitamin C. "Suntik putih itu misalnya, saya memang sering dengar, tapi konteks komposisi suntik putih itu apa saya tidak pernah tahu," sebutnya.

Di bidang estetik sendiri, lebih dikenal dengan istilah mencerahkan bukan memutihkan. "Tapi di sini kami bantu perjelas dan edukasi soal treatment dan perbedaannya," paparnya.

Idealnya treatment infus memang harus dilakukan secara berkala. Yakni minimal empat kali dengan tenggat waktu dua minggu sekali.

"Untuk durasi 30-35 menit, infus-nya dilakukan di punggung tangan dan selalu dipantau oleh dokter," ungkapnya.

Dalam prosesnya, ZAP juga mewajibkan sesi konsultasi bagi para pasiennya. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui kebutuhan hingga keluhan yang dialami klien. Serta jadi tindakan preventif karena kemungkinan ada efek samping treatment.

"Mulai dari nyeri atau memar di area luka pascatindakan," lanjutnya.

ZAP sendiri saat ini menyediakan enam jenis infus yang berbeda meliputi. Yakni infus glowing, infus booster, infus glowing premium, infus booster premium, infus super glow premium, dan infus brightening. Dipatok mulai harga Rp 499 ribu hingga Rp 2,5 juta untuk sekali treatment.

Dari demografi pasien, Rera memetakan bahwa dominasi pasien treatment infus rentang usia 30-50 tahun ke atas. Namun dikatakannya bahwa layanan tersebut juga bisa dilakukan minimal usia 14 tahun.

Rera turut mengapresiasi bahwa sejauh ini cukup banyak pasien yang sudah mulai mengidentifikasi dan aware untuk membaca dan memilah terlebih dahulu klinik-klinik yang terpercaya sebelum memutuskan melakukan treatment. "Saya lihat di Jogja, konsumen banyak yang mulai riset, itu hal yang bagus dan memang perlu dilakukan konsumen," tandasnya. (iza/eno)

 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#vitamin c #infus whitening #efek sampin dari kafein