Hal ini terungkap dalam penelitian Medical Frontiers in Psychology.
Menurut hasil penelitian yang dilakukan di Macquarie University Australia, ternyata bau pria lajang lebih kuat dibandingkan bau pria menikah.
"Dari perspektif evolusi, mungkin menguntungkan bagi perempuan untuk mendeteksi chemosignals (bentuk komunikasi) yang berkonsentrasi coupledom dan pada akhirnya menghindari merayu laki-laki berpasangan," ungkap hasil penelitian.
Untuk mengetahui keunikan aroma pria lajang, peneliti mengumpulkan 91 pria yang terbagi menjadi 45 orang menikah dan 46 orang lajang.
Selain itu, peneliti juga mengumpulkan 82 perempuan heteroseksual untuk mencium bau keringat di kaos 91 pria berbeda.
Dalam penelitiannya, peneliti meminta semua pria memakai kaos putih selama 24 jam agar bisa mengeluarkan keringat sebanyak mungkin.
Usai mengumpulkan baju baru, para perempuan peserta mengendus kaos berbeda dan menerima foto laki-laki tersebut.
Dengan hasil akhir “konsisten dengan hipotesis kamu, pria lajang dinilai lebih berbau daripada pria berpasangan,” tulis peneliti yang terlibat.
Editor : Bahana.