RADAR JOGJA – Gen Z hari ini pada lupa, generasi z, zoomers, zillenials atau gen z adalah Generasi yang lahir tahun 1997 – 2011.
Generasi ini lagi ada dalm spotlight dan jadi fokus semua orang karena katannya banyak stigma yang bikin mereka menonjol di banding generasi lainnya.
Disatu sisi, mereka di anggap sebagai generasi yang jenius karena dicintai oleh teknologi dan industry kreatif, disisi lain, katanya mereka punya mental yang terlalu “ lembek” buat bisa bertahan di dunia ini, “Kreatif tapi rapuh, pinter tapi gampang ngeluh”.
Di Indonesia sendiri berdasarkan data sensus penduduk tahun 2020 ada sekitar 270,2 penduduk, 27,94% di antaranya adalah Gen Z.
Hal ini bikin Gen Z jadi populasi tertinggi di banding generasi yang lainnya.
Berikut presentase sebaran penduduk Indonesia berdasarkan generasi :
- Gen Z (1997 – 2012) 27,94%
- Millenial (1981-1996) 25,87%
- Gen X (1965 – 1980) 21,88%
- Baby Boomer (1946-1964) 11,56%
- Post Gen Z (Setelah 2013) 10,88%
- Pre Boomer (Setelah 1946) 1,87%
Dengan populasi Gen Z yang ada di angka 74,93 juta, jumlah ini berbanding terbalik dengan dengan presentase Gen Z yang ada di dunia Kerja.
Mereka hanya menyumbang 12,5% dari keseluruhan pekerja di Indonesia.
Dari jumlah kecil itu, berdasarkan survei Deloitte 36% pekerja Gen Z merasa lelah dan nggak suka dengan pekerjaan mereka, yang berujung pada quiet quitting atau cabut dari kantor.
Gen Z yang kerap mengeluh dan burnout karena pekerjaan juga yang ternyata kadang kurang harmonis sama kedamaiian jiwanya sendiri.
Dianggap terlalu “lembek” dan “rapuh” buat dunia ini.
Hal ini di buktikan lewat survei dari Cigna International Health yang sebut Gen Z sebagai generasi paling stress (91%), selain itu Forbes juga menambhakan daftar panjang stigmanisasi Gen Z dengan bilang kalau mereka generasi yang paling kesepian (73%). (Renal Fabriansyah/Radar Jogja)
Editor : Bahana.