RADAR JOGJA – Ayah adalah sosok yang penting dalam keluarga dan dalam hidup seorang anak. Ikatan batin antara ayah dan anak akan terbentuk sejak anak masih kecil.
Cara ayah dalam menjalin hubungan kekeluargaan dengan anak, akan mempengaruhi anak di masa depan.
Anak yang memiliki hubungan yang baik dengan ayahnya, akan menjadikan anak lebih percaya diri, cerdas, memiliki empati, dan karakter yang baik.
Sedangkan anak yang memiliki hubungan yang tidak baik dengan ayahnya, akan menjadikan anakn sulit untuk mempercayai orang lain, selalu mencari perhatian, dan haus kasih sayang.
Kondisi tersebut dapat disebut daddy issues.
Daddy Issues
Daddy issues adalah kondisi psikologi dimana seorang anak memiliki hubungan kurang sehat dengan ayahnya atau tidak merasakan kehadiran sosok ayah dalam hidupnya.
Umumnya, kondisi daddy issues lebih sering terjadi pada wanita.
Akan tetapi, dapat juga terjadi pada pria. Anak laki-laki yang tidak mendapatkan figur seorang ayah, juga akan menjadikannya kurang percaya diri dan merasa rendah diri.
Anak laki-laki juga akan merasa tidak memiliki role model dalam hidupnya.
Kondisi daddy issues bisa mempengaruhi pola pikir, sikap, karakter, perilaku, dan hubungan percintaan pada seseorang yang memiliki kondisi ini. Untuk mengatasinya, yaitu melalui konsultasi psikologi.
Ada beberapa tanda yang mungkin dialami oleh orang yang memiliki kondisi daddy issues. Antara lain :
Tertarik menjalin hubungan pada orang yang lebih tua
Dari pasangannya yang memiliki umur lebih tua, mereka mengharapkan perhatian, kasih sayang, dan rasa aman, yang tidak pernah didapatkannya waktu kecil dari sosok tersebut.
Sulit untuk mempercayai orang lain
Sekali ia percaya, ia akan menuntut kepastian, perhatian, dan kasih sayang dari orang tersebut dalam hidupnya.
Sifat Posesif
Memiliki sifat posesif terhadap pasangannya, kerap mencurigai pasangannya, dan mudah cemburu.
Merasa kesepian sehingga tidak suka menyendiri
Agar terhindar dari rasa kesepian, orang dengan kondisi ini akan selalu mencari cara untuk terus mempertahankan hubungannya.
Hal-hal tersebut dapat terjadi karena beberapa faktor penyebab berikut ini:
- Semasa kecil kurang mendapatkan figur seorang ayah.
- Hubungan yang berlebihan antara anak dan ayah. Contohnya seperti, ayahnya yang memperlakukan anak perempuannya dengan berlebihan. Bukan memperlakukannya sebagai anak, tetapi memperlakukannya seperti pasangannya.
- Mengalami pelecehan seksual. (Anistigfar/Radar Jogja)
Editor : Meitika Candra Lantiva