Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kenapa Perayaan Natal Identik Dengan Sajian Kue Jahe?

Trimina Klara • Selasa, 26 Desember 2023 | 17:22 WIB
sumber foto KlikDokter
sumber foto KlikDokter

RADAR JOGJA - Setiap tahun menjelang Natal, aroma harum kue jahe mulai memenuhi udara dan menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan ini.

Kue jahe telah menjadi simbol Natal yang istimewa dan bermakna di banyak belahan dunia.
Tapi mengapa kue jahe identik dengan Natal?

Kue jahe adalah kue tertua di dunia yang berasal dari tahun 2400 SM di Yunani.

Gingerbread baru menjadi global pada abad ke-11, ketika para pelaut Eropa membawa jahe dari petualangan mereka di Asia.

Jahe juga merupakan rempah langka yang tidak ditemukan di daratan Eropa.

Awalnya adalah kue jahe yang berbentuk seperti bunga atau burung.

Pada abad ke-16 di Jerman, kue ini mulai dibuat dalam berbagai bentuk seperti boneka, Santa Claus dan pohon cemara dengan banyak hiasan gula halus dan warna khas Natal yaitu putih, merah dan hijau.

Saat Natal, kue jahe dinikmati dengan minuman panas seperti eggnog, glogg, wassail atau gluhwein.

Jahe juga telah lama dihargai karena kemampuannya membantu pencernaan.

Pada zaman Elizabeth, roti jahe digambarkan sebagai kue yang meredakan perut kembung.

Lalu kenapa gingerbread identik dengan natal karena gingerbread enak disantap di musim dingin karena bisa menghangatkan perut.

Kebiasaan ini tumbuh setiap tahun di Eropa hingga bertahan bertahun-tahun dan menjadi tradisi.

Editor : Bahana.
#eropa #kue jahe #Natal