RADAR JOGJA - Pada akhir tahun 1980an, NASA melakukan penelitian untuk mengetahui sejauh mana tanaman hias seperti lidah buaya, ivy, dan krisan dalam pot dapat mengurangi polusi udara.
mcHasilnya, penelitian menunjukkan bahwa tanaman hias mampu menghilangkan polutan berbahaya, termasuk benzena dan formaldehida.
Namun sayangnya, dibutuhkan lebih dari 680 tanaman untuk menyaring udara di ruangan seluas 1.500 kaki persegi.
Berkat penelitian ini, meski terkesan mustahil, perusahaan bioteknologi Perancis bernama Neoplants berhasil membersihkan polusi udara dalam ruangan hanya dengan satu tanaman.
Tanaman ini diberi nama Neo P-1.
Neo P-1 adalah tanaman hias hasil rekayasa genetika yang dibuat oleh perusahaan bioteknologi Neoplants yang dapat membantu memerangi polusi udara dalam ruangan.
Bertransformasi dari pohon sirih emas, salah satu tanaman hias yang populer dan mudah ditanam dimana saja.
Neoplants adalah perusahaan bioteknologi berbasis di Paris yang mengkhususkan diri pada pabrik penyaringan udara.
CEO dan Co-founder Torbey dan Mora mengatakan pabrik Pothos Neo P-1 yang dimodifikasinya memiliki sifat penyaringan udara yang unggul.
DNA tanaman dimodifikasi untuk meningkatkan ekstraksi senyawa organik yang mudah menguap (VOC). termasuk formaldehida, benzena, dan xilena, zat yang biasa ditemukan di rumah.
P1 dapat mengubah VOC yang diserapnya menjadi zat seperti gula dan CO2.
Keberadaan mcNeo P-1 akan tersedia akhir tahun ini dan dibanderol dengan harga US$179 atau sekitar Rp 2,5 jutaan.
Harga tersebut 10 kali lipat dari harga tanaman Pothos biasa atau setara dengan filter HEPA.
Editor : Bahana.