Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Apa yang Dilakukan Bawang Merah Hingga Bisa Membuat Kita Menangis Saat Mengirisnya?

Meitika Candra Lantiva • Sabtu, 16 Desember 2023 | 19:46 WIB
Ilustrasi seorang mengiris bawang putih. (health.okezone.com)
Ilustrasi seorang mengiris bawang putih. (health.okezone.com)
 
 
RADAR JOGJA – Kenapa kita selalu menangis saat mengupas ataupun mengiris bawang merah? Apakah itu balasan bawang merah kepada kita karena telah mengirisnya?
 
Tentu saja bukan. Ada alasan ilmiah kenapa kita bisa mengeluarkan air mata saat mengiris bawang merah.
Bawang merah mengandung sebuah senyawa bernama senyawa propanethial s-oxide.
 
Ini merupakan senyawa zat yang bersifat iritatif, yang bisa merangsang keluarnya air mata saat kita sedang mengupas ataupun mengiris bawang merah kemudian menyentuh mata.
 
Baca Juga: Pertanyakan DED Relokasi Teras Malioboro 2
 
Walaupun kita tidak menyentuh mata, akan tetapi tetap bisa membuat kita mengeluarkan air mata karena enzim yang membentuk senyawa tersebut ikut menguap dan lepas ke udara dan masuk ke dalam mata kita.
 
Senyawa lain yang terkandung dalam bawang merah ini juga bisa membuat mata iritasi dan mengeluarkan air mata.
 
Bawang merah juga menyimpan sebuah senyawa bernama sistein sulfoksida. Senyawa tersebut tersimpan secara terpisah dari enzim yang disebut alliinase.
 
Ketika bawang merah diiris, penghalang yang memisahkan senyawa dan enzim tersebut  hilang hingga membuat mereka dapat bersatu dan memicu rekasi alliinase sehingga menyebabkan sistein sulfoksida menjadi asam sulfenat.
 
Baca Juga: Dua Belas Korban Meninggal Kecelakaan PO Handoyo di Tol Cipali, Enam di Antaranya Warga Magelang
 
Asam sulfenat itu tidak terlalu stabil. Ia dapat berubah menjadi sesuatu yang lain, seperti dapat mengembun secara apontan dan menjadi senyawa organsulfur yang dapat memberikan aroma dan rasa yang kuat pada bawang merah.
 
Yang kedua yaitu, dapat mengubah enzim lain dan mengatur ulang asam sulfenat menjadi faktor lachrymatory, yang merupakan cairan bahan kimia yang mudah mengubah dan bisa mengiritasi mata.
 
Saat mengiris bawang dan kita mengeluarkan air mata, itu dilakukan bawang merah sebagai system pertahanan untuk menahan seranggan serangga, hama, dan parasit yang bisa merusak bawang.
 
Selain itu, bawang merah adalah salah satu jenis kelompok sayuran yang bisa menyerap belerang dari tanah dengan jumlah yang tinggi.
 
Baca Juga: Hasil Nottingham Forest v Tottenham Hotspurs: Kulusevski Sumbangkan Satu Assist Satu Gol, Tottenham Menang 2-0 atas Nottingham
 
Senyawa belerang tersebut diubah oleh bawang merah untuk menjadi senyawa lain yang menjadi gas.
 
Gas ini diterima oleh mata sebagai penyebab iritasi mata, yang kemudian pikiran tersebut akan mengirimkan sinyak ke otak. Untuk membentuk pertahanan diri dari gas tersebut, mata akan mengeluarkan air mata.
 
Akan tetapi, efek keluarnya air mata tidak akan terjadi saat kita memasak bawang merah tersebut.
 
Ketika bawang merah dimasak, enzim yang menyebabkan iritasi dan keluarnya air mata tersebut sudah rusak karena proses pemanasan. (Anistigfar/Radar Jogja)
 
Baca Juga: Pertanyakan DED Relokasi Teras Malioboro 2
Editor : Meitika Candra Lantiva
#air mata #bawang merah #Senyawa