RADAR JOGJA -- Karena rasanya yang enak dan banyak manfaatnya, makanan atau minuman rasa matcha sekarang sangat populer dan disukai banyak orang. Tamanan Camellia Sinensis adalah sumber matcha. Tanaman menjadi lebih hijau tua karena klorofil yang terbentuk di daun meningkatkan kandungan asam amino. Matcha banyak mengandung nutrisi aktif seperti kafein, asam amino, dan polifenol yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Ini memiliki semua daun teh dan lebih banyak kafein serta antioksidan daripada teh hijau biasa.
1. Banyak kafein untuk menambah energi
Klinik Cleveland melaporkan bahwa matcha memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi antara 76 dan 180 mg dibandingkan teh hijau, teh hitam dan kopi. Jika Anda ingin menghindari gangguan tidur di malam hari, sebaiknya minum kafein di pagi hari daripada di sore atau malam hari. Nasional Sleep Foundation menyarankan untuk menghentikan konsumsi kafein setidaknya delapan jam sebelum tidur.
2. Meningkatkan daya ingat dan perhatian
Theanine, asam amino yang dikaitkan dengan peningkatan konsentrasi dan stres, adalah bahan dalam matcha. Sebuah studi tentang penelitian nutrisi menemukan bahwa kafein dapat meningkatkan perhatian dan kinerja individu yang mengalami stres psikologis.
3. Melindungi dari gangguan neurodegeneratif dan penurunan kognitif
Sementara teh hijau dan matcha mirip, matcha memiliki quercetin yang lebih banyak. Sifat antioksidan yang unik dari flavonoid melindungi sel dari kerusakan dan memperlambat proses penuaan. Sebuah studi Nutrients tahun 2020 menemukan bahwa mengonsumsi bubuk matcha setiap hari dapat melindungi orang dewasa yang lebih tua dari penurunan kognitif. Karena kandungan quercetinnya yang tinggi, matcha juga sering digunakan untuk mengobati penyakit neurodegeneratif dan Alzheimer.
4. Membantu Kesehatan Jantung
Karena tidak memiliki gejala fisik dan hanya dapat dideteksi melalui tes tekanan darah, penyakit jantung sering disebut sebagai penyakit jantung diam. Tekanan darah tinggi meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, gagal jantung, dan efek kesehatan lainnya, jadi penting untuk menjaga kesehatan. Epigallocationchin gallate (EGCG), yang ditemukan dalam matcha, membantu mengurangi peradangan dan stres oksidatif, yang keduanya merupakan penyebab penyakit jantung.
5. Karakteristik anti-kanker
Meskipun kanker tidak dapat disembuhkan dengan obat, mengonsumsi matcha adalah cara yang bagus untuk mencegah kanker. Ulasan tahun 2020 di jurnal Molecules menyatakan bahwa bahan-bahan teh memiliki sifat kemopreventif dan memainkan peran penting dalam pencegahan dan pengobatan berbagai jenis kanker. Matcha memiliki potensi untuk menghentikan pertumbuhan sel induk kanker payudara. Penelitian Baru dalam Ilmu Pangan menemukan bahwa sel induk ini terus menyebabkan kanker meskipun telah diobati.
6. Berusaha menurunkan berat badan
Minuman hijau ini dapat membantu Anda menurunkan berat badan. Frontiers in Nutrition menulis bahwa matcha bebas gula sangat penting untuk mengurangi obesitas dan memperbaiki gangguan metabolisme. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Sport Nutrition and Exercise Metabolisme menemukan bahwa matcha meningkatkan oksidasi total lemak tubuh, penanda metabolisme, sebesar 35%.
7. Bermanfaat bagi fungsi hati
Hati berfungsi untuk menghilangkan racun dari darah, dan alkohol dan obat-obatan yang digunakan dapat membahayakan hati, menyebabkan kerusakan. Gaya hidup yang tidak sehat dan alkohol juga dapat memengaruhi kesehatan hati. Penumpukan lemak di hati menyebabkan penyakit hati berlemak nonalkohol. Ulasan yang diterbitkan di jurnal Medicines menyatakan bahwa EGCG yang terkandung dalam matcha mengurangi peradangan yang disebabkan oleh stres oksidatif, yang dapat menyebabkan penyakit hati.
8. Menjaga kesehatan kuli
dengan bubuk matcha dan teh hijau mereka baik untuk kulit juga. Menurut penelitian Food Research International, kandungan teh hijau membantu regenerasi kulit, penyembuhan luka, dan pengobatan penyakit epitel. Matcha memiliki kafein dan EGCG, jadi cocok untuk masker wajah dan perawatan kulit lainnya untuk mengurangi kemerahan. (Putri Aprilia Ningsih/ Radar Jogja).