RADAR JOGJA – Nyamuk adalah salah satu jenis hewan serangga yang cukup mengganggu manusia. Dari gigitannya hingga suara dengungnya mengganggu telinga.
Spesies nyamuk di dunia mencapai 3.500. Tetapi, dari ribuan spesies tersebut hanya beberapa diantaranya yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia.
Seperti penyakit malaria yang disebabkan oleh nyamuk Anopheles dan penyakit demam berdarah yang disebabkan oleh nyamuk aedes aegypti.
Coba bayangkan, jika kita hidup di dunia ini tanpa adanya nyamuk yang berkeliaran.
Saat bermain di taman, kita tidak perlu khawatir akan adanya nyamuk yang bisa menganggu kita.
Ataupun saat kita tidur, kita tidak perlu menggunakan obat nyamuk untuk melindungi kita dari para nyamuk.
Jika hal itu menjadi kenyataan, tentu akan menjadi hal yang indah bagi kita.
Kita tidak akan merasakan gigitan nyamuk, kita tidak harus menepok nyamuk yang berterbangan, kita tidak akan merasa terganggu dengan suara dengung di telinga.
Bahkan kita tidak akan terkena penyakit yang disebabkan oleh nyamuk-nyamuk pembawa penyakit.
Lalu bagaimana jika dunia tanpa nyamuk? Begini jawabannya !
Berdampak Pada Ekosistem dan Rantai Makanan
Jika dilihat dari sisi manusia memang memberikan hal yang baik.
Tetapi jika dilihat dari sisi ekosistem dan rantai makanan, akan memberikan dampak yang buruk, baik berperan sebagai mangsa maupun predator.
Dalam sebuah rantai makanan, jika salah satunya hilang dari urutan akan berdampak pada hewan-hewan lainnya.
Nyamuk berperan sebagai mangsa dalam sebuah rantai makanan untuk hewan-hewan seperti ikan, burung, kadal, katak, kelelawar, dan lainnya.
Jika nyamuk hilang dalam urutan rantai makanan tersebut, hewan-hewan yang berperan sebagai preadot dengan memangsa nyamuk, akan kehilangan makanannya.
Namun, tidak sepenuhnya kehilangan. Hewan-hewan tersebut masih bisa mencari serangga lain untuk rantai makanan mereka.
Tetapi, ada satu hewan yang akan benar-benar terkena dampaknya dalam ekosistem ataupun rantai makanannya. Hewan tersebut adalah ikan nyamuk.
Hewan ini adalah predator khusus yang mahir membunuh jentik nyamuk. jika nyamuk hilang, ikan ini bisa menghadapi kepunahan yang akan berdampak pada rantai makanan yang terganggu.
Berdampak Pada Tanaman
Jika dikatakan akan berdampak pada penyerbukan tanaman, itu kurang tepat karena nyamuk tidak sepenuhnya berperan penting pada penyerbukan tanaman.
Tanaman yang butuh nyamuk untuk penyerbukannya hanya pada tanaman anggrek berdaun tumpul yang ditemukan di seluruh wilayah Kutub Utara.
Tanaman ini untuk penyerbukannya membutuhkan nyamuk aedes betina.
Anggrek ini akan mengeluarkan aroma samar yang hanya dapat dideteksi oleh nyamuk.
Jika spesies nyamuk aedes betina punah, tentu akan memberikan dampak pada tanaman anggrek ini.
Tapi akan berdampak pada ekosistem air tanaman. Ketika serangga tenggelam ke air, pengusir hama akan memakan bangkai serangga tersebut.
Lalu pengusir hama yang bernama metriocnemus akan menghasilkan limbah yang dapat dimakan oleh larva nyamuk yang kemudian akan membuat nutrisi seperti nitrogen yang tersedia untuk tanaman.
Oleh karena itu, apabila tidak ada larva nyamuk di ekosistem air tanaman, akan berdampak pada kurangnya nutrisi seperti nitrogen untuk tanaman.
Tidak Sepenuhnya Memberikan Dampak Baik Bagi Manusia
Walaupun jika nyamuk hilang dari dunia akan memberikan hal yang sangat baik terhadap manusia, tapi bagaimana jika ternyata ada serangga lain yang muncul yang menggantikan nyamuk?
Yang ternyata bisa sama buruknya atau justru lebih buruk dari nyamuk? Bagaimana jika serangga yang muncul tersebut dapat menyebarkan penyakit lebih cepat dan lebih berbahaya dari nyamuk? Hal yang ternyata tidak diketahui itu berisiko. (Anistigfar/Radar Jogja)
Baca Juga: 7 Etika Kerja Wajib yang Harus Diketahui Karyawan Baru Agar Karir Berkembang Pesat
Editor : Meitika Candra Lantiva