Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Benarkah Sumber Pencarian Informasi di TikTok Lebih Tinggi Dari Google? Siapakah Mayoritas Penggunanya ?

Meitika Candra Lantiva • Selasa, 21 November 2023 | 18:20 WIB
Antara Google dan TikTok. (PramborsFM)
Antara Google dan TikTok. (PramborsFM)


RADAR JOGJA – Google adalah sumber pencarian informasi di internet yang sudah banyak digunakan oleh orang sedari dulu.


Mulai dari generasi baby boomers (1946-1964), Gen X (1965-1976), generasi milenial (1977-1994), hingga Gen Z (1995-2012).


Banyak informasi yang bisa dicari melalui Google. Mulai dari berita, musik, film, lifestyle, kesehatan, dan lain-lain.


Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, zaman telah berinovasi. Sudah semakin banyak aplikasi-aplikasi baru yang dihadirkan yang juga bisa berfungsi sebagai sumber informasi.


Aplikasi-aplikasi baru tersebut dihadirkan dengan tampilan dan fitur yang lebih menarik. Seperti aplikasi Facebook, Instagram, Twitter, hingga yang terbaru yaitu TikTok.


TikTok hadir pada tahun 2017. Hingga saat ini, aplikasi buatan Negara China tersebut sudah banyak digunakan oleh semua orang dari berbagai negara.


Akibatnya, TikTok sekarang ini menjadi sumber utama bagi orang-orang untuk mencari informasi.

Khususnya untuk generasi Z atau yang lebih sering disebut Gen Z.


Untungnya, generasi sebelumnya yaitu generasi baby boomers, Gen X, dan milenial, masih tetap menggunakan Google sebagai tempat sumber pencarian informasi.


Dilansir dari indozonetech, pada Februari tahun 2023, sebanyak 14 persen Gen Z menyatakan bahwa mereka secara rutin telah mencari berbagai informasi hingga berita melalui aplikasi tersebut, dibandingkan dengan aplikasi Google yang walaupun penggunanya masih mencapai 39 persen.


Akan tetapi hal itu tetap membuat posisi Google mengalami penurunan.

Aplikasi TikTok ini hadir sebagai tempat sumber pencarian informasi yang ditampilkan dalam bentuk video.


TikTok menghadirkan konten dalam bentuk yang lebih interaktif, dibandingkan dengan Google yang hanya berupa teks dan gambar.


Mungkin itu menjadi salah satu alasan para Gen Z lebih suka menggunakan TikTok daripada Google.

Padahal Google juga menyediakan fitur video yang terhubung dengan YouTube.


Dari pihak Google sendiri juga mencoba melakukan riset terhadap Gen Z.

Hasilnya menunjukkan bahwa 40 persen Gen Z lebih memilih TikTok daripada Google sebagai tempat pencarian informasi.


Hal-hal yang mereka cari ialah seperti tempat-tempat liburan, produk skincare, cafe, tempat nongkrong, rekomendasi makanan, dan lain-lain.


Dari berbagai survei yang dilakukan, diketahui bahwa para Gen Z lebih memilih TikTok daripada Google karena mereka lebih suka jika informasi yang didapatkan dihadirkan dalam format visual (video) sehingga lebih cepat dan mudah dalam menangkap informasi yang diberikan.


Mereka juga menilai bahwa mencari informasi melalui TikTok lebih mudah, karena bantuan dari fitur predictive text yang membantu pengguna untuk mendapatkan informasi yang diinginkan tanpa harus mengetik secara lengkap.


Kemudahan lainnya yaitu, para pengguna juga bisa hanya dengan mengetikkan hashtag (#) dalam mengakses informasi dan dengan mudah informasi yang diinginkan akan langsung muncul.


Sedangkan pada Google, penggunaan hashtag (#) tidak dapat digunakan.

Jika ingin mencari informasi di Google, harus menggunakan kata kunci yang lengkap agar informasi yang diinginkan bisa muncul.


Perbedaan yang sederhana, tetapi bisa menjadi alasan para Gen Z lebih memilih TikTok daripada Google.


Bahkan mereka juga berkata, jika lebih mudah mendapatkan informasi melalui menonton  daripada dengan membaca.


Sangat disayangkan hal tersebut bisa terjadi. Karena itu bisa membuat peminatan literasi membaca di kalangan Gen Z menurun. (Anistigfar/Radar Jogja)

Baca Juga: Industri Tekstil di DIJ Lesu

Editor : Meitika Candra Lantiva
#fitur video #google #predictive text #tempat pencarian informasi #TikTok #Gen Z