Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Wisata ke Pati, Ini Nasi Gandul Yang Cita Rasanya Menggoyang Lidah!

Bahana. • Selasa, 7 November 2023 | 21:35 WIB
Sumber foto : Instagram @sbykulinerinfo
Sumber foto : Instagram @sbykulinerinfo

RADAR JOGJA – Bila mengunjungi kota Pati, Jawa Tengah, tidak lengkap rasanya kalau belum mencicipi kuliner khas yang ada di kota tersebut.

Beberapa kuliner unik yang belum pernah kita temui sebelumnya bisa kita jajal dengan harga yang terjangkau.

Bermacam – macam kuliner di kota yang terkenal dengan sebutan kota pensiunan ini, memiliki citarasa yang khas dan dapat menggoyang lidah.

Salah satu makanan khas Pati adalah nasi gandul. Daerah di Pati yang memopulerkan nasi gandul ini adalah Desa Gajahmati. Namun, ada cerita menarik dibalik nama “nasi gandul” 

“Gandul” adalah kata dalam bahasa Jawa yang berarti “menggantung”. Tapi bukan nasinya yang disajikan menggantung, melainkan cara berjualannya.

Jadi, konon dulu penjual nasi gandul di Pati menjajakan dagangannya dengan digantung pada pikulan. Nah, dari situlah kemudian muncul nama “nasi gandul”

Cara penyajian nasi gandul ini tergolong unik, karena dalam penyajiannya piring dialasi dengan daun pisang.

Makannya juga tidak menggunakan sendok, melainkan suru, yaitu daun pisang yang dipotong memanjang dan dilipat dua untuk digunakan sebagai pengganti sendok.

Namun biasanya para penjual nasi gandul tetap menyediakan sendok maupun garpu.

Saat kita membeli nasi gandul akan mendapatkan nasi putih yang disira, dengan kuah berwarna coklat, dengan potongan daging sapi, dan taburan bawang goreng diatasnya.

Biasanya juga disediakan lauk tambahan seperti tempe goreng yang sangat kriuk berbeda dengan penyajian tempe goreng biasanya, perkedel, telur bacem, tempe dan tahu bacem.

Rasa dari nasi gandul sendiri memiliki cita rasa gurih dan sedikit manis dari kuahnya. Daging sapinya juga empuk serta mudah dimakan karena potongannya yang kecil – kecil.

Jika anda penasaran dan ingin mencoba nasi gandul dengan rasa otentik khas kota Pati bisa datang ke beberapa tempat dibawah ini :

  1. Nasi gandul pak Meled

Pak Meled mengaku warung nasi gandul miliknya tersebut awalnya dijalankan oleh orang tuanya sejak tahun 1955.

Diawali dengan berjualan secara keliling kampung hingga akhirnya diwariskan kepadanya dan memiliki tempat menetap untuk berjualan.

Pak Meled masih menggunakan metode memasak yang sama, yakni merebus kuah nasi gandul dalam kuali tanah liat alias gerabah.

Seporsi nasi gandul ini bisa kamu santap dengan merogoh kocek sebesar Rp 25 ribu saja. Warung ini berada di Krajan Gajah Mati, Desa Gajahmati, Kecamatan Pati. Buka pukul 11.00-21.30 WIB 

  1. Nasi Gandul Romantis H.S. Sardi

Sejak tahun 1978, rasa Nasi Gandul Pak Sardi memang nggak pernah berubah. Untuk seporsi nasi gandul, kamu perlu menyiapkan bujet sekitar Rp 18 ribu-Rp 20 ribu.

Lokasinya ada di Panunggulan, Desa Gajahmati, Kecamatan Pati, warung ini buka setiap hari pukul 16.00-22.00 WIB.

Pengunjungnya sangat ramai apalagi saat musim liburan. 

  1. Warung Nasi Gandul Kasmaran Pak Mutiman

Meskipun tempatnya terbatas dan sederhana tetapi, warung nasi gandul ini menjadi favorit banyak orang.

Rasa yang dihasilkan juga tak kalah enak dengan tempat lain. Lokasi Nasi Gandul Kasmaran di Jl. Kiai Saleh, Kaborongan, Pati Lor, Kec. Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Jam buka Nasi Gandul Kasmaran Pak Mutiman adalah mulai pukul 08.00 sampai dengan 21.00 WIB. 

  1. Nasi Gandul Pak HA Warsimin

Warung Nasi Gandul Pak HA Warsimin buka mulai pukul 03.00 sampai dengan 19.00 WIB. Nasi Gandul H A Warsimin juga patut dicoba.

Pilihan dagingnya lengkap, mulai dari kikil, daging, paru, empal, hingga otak sapi.

Soal rasa, nggak perlu ditanya. Dijamin enak! Berada di Jl Roro Mendut, Semampir, Kabupaten Pati, warung ini buka setiap hari. (Tifara Annisa/RADAR JOGJA)

Sumber : dinas kearsipan dan perpustakaan kabupaten Pati

Editor : Bahana.
#pati #Kuliner #nasi gandul #jawa tengah