Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Maison Weiner Cake Shop Yang Masih Berdiri Tegak Hingga Saat Ini Di Bilangan Kwitang

Bahana. • Jumat, 20 Oktober 2023 | 18:00 WIB
umber foto : travel diary
umber foto : travel diary

RADAR JOGJA - Roti dan kue yang sudah ada sejak zaman Belanda, jauh sebelum roti kekinian booming di Jakarta, ada toko roti tertua di Jakarta yang sukses bertahan melintasi zaman.

Maison Weiner Cake Shop namanya, toko roti yang masih berdiri tegak hingga kini di bilangan Kwitang, Jakarta Pusat. Jika kamu penasaran seperti apa sejarah bakery tertua di Jakarta ini.

Hadirnya toko roti modern di saat ini tidak membuat goyah Maison Weiner, kini toko tersebut masih bertahan dan melayani pelanggan setia sejak 1936.

Lee Liang Mey, pendiri Maison Weiner Cake Shop, sudah lama  membantu seorang Belanda membuat kue.

Saat ia mulai terampil membuat kue, orang Belanda tersebut menyarankannya untuk mendirikan usaha kue. Bahkan, hingga mengusulkan nama toko bakery yang pas yaitu Weiner.

Dengan pelaralatan membuat kue yang dicicil perlahan, Lee Liang Mey membuka toko roti di sebuah rumah yang berlokasi di daerah Kwitang.

Rumah tersebut sudah dihuni sejak 1930 dan dibeli dari orang Belanda. Kesan klasik sudah terlihat pada bagian fasad toko yang didominasi warna merah dan putih.

Menempati bangunan kuno, interior Maison Weiner pun sederhana. Selain etalase aneka kue dan roti, terdapat beberapa meja untuk dine-in yang ditutupi taplak merah kotak-kotak.

Area toko nggak begitu besar, tetapi bagian belakang toko cukup luas dan dijadikan tempat produksi roti dan kue. 

Menurut Heru Laksana meruapakan cucu Lee Liang Mey yang kini mengelola Maison Weiner, produk pertama toko tersebut justru kue kering.

Dulu kue kering dijual per satu blek atau kaleng yang biasa dipakai untuk tempat krupuk.

Beberapa produk cake juga sempat rutin mengisi etalase kue Maison Weiner Cake Shop pada 1970 sampai 1980-an.

Baca Juga: Salurkan Hak Suara dan Awasi Pelaksanaan, Mahasiswa Punya Peran Penting Kawal Pemilu 2024

Terlebih kebiasaan memberikan hantaran atau parsel saat hari raya sedang tren pada masa itu. 

Saat ini Maison Weiner lebih banyak memproduksi roti ketimbang cake. Pasalnya, roti lebih cocok jadi santapan sehari-hari, sedangkan kue identik dengan pesta atau hari besar saja.

Namun, toko roti ini tetap menerima pesanan cake dari pelanggan. 

Pengelolaan Maison Weiner ini berpindah ke Heru pada 1980-an. Setelah nenek dan ayahnya, giliran Heru yang berusaha keras mempertahankan eksistensi toko roti tertua di Jakarta ini.

Kebetulan Heru menemukan passion dalam membuat kue. Ia pun sempat menjalani pendidikan khusus baker di Jerman.

Sekembalinya ke Indonesia, ia meneruskan usaha keluarga Maison Weiner sampai saat ini.

Keinginan Heru mengembangkan dunia bakery Indonesia ditunjukkan dengan tekad mempertahankan Maison Weiner melintasi zaman.

Seluruh roti dan kue yang dijual di toko ini masih menggunakan resep jadul alias resep warisan keluarga tanpa perubahan apa pun. 

Setiap hari dapur Maison Weiner aktif memproduksi sekitar 80 sampai 100 resep roti dan kue. Untuk roti saja setidaknya ada 50 macam.

Ada pula resep yang dibuat pada hari tertentu atau berdasarkan pesanan. Rasa roti Maison Weiner jelas tipikal roti asal Eropa.

Bagian dalamnya cenderung padat, sedikit kasar, dan nggak mudah kempes. Kadar gandum lebih banyak sehingga makan roti di sini cukup bikin perut kenyang.

 Jika membeli roti isi, isinya dijamin melimpah. Roti ini dibuat tanpa bahan pengawet, jadi bisa tahan sampai tiga hari pada suhu ruangan.

Citarasa roti dan kue yang disajikan pun terbilang autentik, khas resep-resep peninggalan Belanda. 

Heru memang tidak mengubah resep peninggalan neneknya. Ia ingin apa yang disantap orang saat ini masih sama dengan yang dimakan puluhan tahun silam.

Namun, ia tetap jeli mengikuti permintaan pasar dengan melahirkan varian roti dan kue baru.

Berbekal ilmu bakery yang ia dalami di Jerman, Heru menambahkan roti sourdough berbagai macam rasa pada etalase Maison Weiner.

Sourdough termasuk roti sehat karena mengandalkan ragi alami yang terfermentasi selama 2 hari.

Sourdough mempunyai indeks glikemik rendah sehingga lebih mudah dicerna tubuh.

Roti ini kerap jadi pilihan mereka yang sedang berdiet atau ingin mengubah pola makan lebih sehat. 

Maison Weiner sudah lama dikenal karena roti sourdough, roti yang jarang kamu jumpai di toko roti dan kue kekinian.

Terdapat beberapa varian rasa sourdough, seperti Walnut Cranberry, Chocolate Almond, dan Cheese & Smoked beef. 

Ukuran sourdough terbilang besar dengan bagian luar terlihat kering dan keras, khas roti-roti Eropa.

Kamu bisa minta diiris-iris lebih dulu agar mudah disantap. Dibagian dalam sourdough cukup empuk.

Disantap begitu saja sudah enak, di-toast lagi bersama butter pun makin nikmat. Apalagi, isiannya juga melimpah dan merata di semua bagian roti. 

Masih berdiri selama lebih dari delapan dekade membuktikan eksistensi Maison Weiner Cake Shop dalam dunia kuliner.

Harga roti dan kue yang disajikan di sini pun cukup terjangkau, mulai dari belasan hingga ratusan ribu khusus menu spesial.

Maison Weiner berada di Jl. Kramat II No. 2, Kwitang, Senen, Jakarta Pusat. Untuk buka di setiap Senin–Sabtu pukul 07.00–18.00 dan tutup pada hari Minggu. 

Selain di Kwitang, Maison Weiner juga membuka cabang pertama di Pantjoran PIK.

Waktu terbaik berkunjung ke Maison Weiner adalah pukul 9 pagi. Saat itu roti dan kue di etalase sudah tersedia lengkap sehingga kamu bisa puas memilih untuk makan di tempat maupun bawa pulang.

Bagi orang tua dan kakek nenek kita, Maison Weiner menghadirkan nostalgia dalam setiap gigitan. Bagi kita, Maison Weiner menjanjikan pengalaman bersantap baru yang menarik dijelajahi. (Adek Ridho Febriawan/ RADAR JOGJA)

 

Editor : Bahana.
#roti #toko #radar jogja #Belanda #kue #maison weiner cake shop #jakarta