Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ingin Belajar Fotografi? Begini Tips Setting Kamera Berdasarkan Cahaya Sekitar Subjek

Meitika Candra Lantiva • Selasa, 3 Oktober 2023 | 22:00 WIB
Ilusreasi seorang perempuan sedang pose memotret. (Pinterest/Pexels)
Ilusreasi seorang perempuan sedang pose memotret. (Pinterest/Pexels)

RADAR JOGJA- Bagi pemula yang masih belajar mengambil foto dengan baik, terdapat tips setting kamera, disesuaikan dengan situasi dan kondisi cahaya pada sekitar subjek foto.


Bagi yang ingin belajar secara mandiri atau otodidak mengenai seni melukis cahaya atau yang disebut dengan fotografi ini, kalian wajib mengetahui empat hal dasar. Seperti: pencahayaan, efek gerak, fokus, ruang tajam dan komposisi terlebih dahulu.


Setelah membaca dan memahami keempat hal tersebut, maka harus mengetahui tahap selanjutnya. Yakni, The Exposure Triangle atau Segitiga Exposure.

Dilansir dalam website Kementrian Keuangan RI dan Website Fisipol UGM maka ketiga unsur tersebut sangat penting dan saling berkaitan dalam proses masuknya paparan cahaya atau sinar ke dalam lensa kamera.


Gunawan, seorang Digital Media and Comunication Research Center (DECODE) dalam seminarnya di UGM menjelaskan bahwa Segitiga Exposure merupakan tiga elemen dasar dalam pengaturan kamera yang bekerjasa untuk membentuk sebuah pencahayaan.

Segitiga Exposure terdiri dari:


Shutter Speed 

Merupakan pengaturan yang terdapat pada sebagian besar kamera dengan satuan detik dari 30 detik hingga 1/8000 detik.

Detik akan ditandai dengan tanda titik dua di atas (″). Kunci penggunaan shutter Speed. Semakin tinggi shutter speed-nya makan akan semakin sedikit cahaya yang diterima oleh sensor.

Sebaliknya, semakin rendah shutter speed-nya maka cahaya yang diterima oleh sensor kamera semakin besar


Diafragma 

Merupakan bukaan lensa (aperture) seperti organ mata manuisa. Diafragma pada iris mata dan lensa (aperture) adalah pupil mata.

Kunci penggunaan diafragma adalah semakin besar lubang lensa (aperture) maka semakin banyak pula cahaya yang masuk dan diterima oleh sensor.


Sebaliknya jika diafragma semakin kecil lubang lensa (aperture) maka akan semakin sedikit cahaya yang masuk dan diterima oleh sensor.

Singkatnya, shutter speed adalah kecepatan waktu lensa (aperture) terbuka dalam menerima cahaya masuk.


Misal F/1.4 maka disebut aperture 1.4. Semakin besar angka denominator, maka semakin kecil lubang lensa aperture-nya. Singkatnya aperture adalah seberapa banyak cahaya yang masuk melalui lensa, karena sangat penting terhadap efek bokeh (depthof field).


ISO (International Standarrd Organization)

Standar sensitivitas sensor dalam menerima dan menyerap cahaya. Kunci penggunaanya adalah semakin tinggi ISO maka akan semakin tinggi sensitivitas sensor dalam menyerap cahaya sehingga cahaya yang dibutuhkan menghasilkan gambar lebih sedikit.


Singkatnya adalah jika ISO tinggi maka, hasil foto akan terihat kasar dan terlihat jelas bintik-bintik noise.


Dilansir oleh FUJISHOPid Channel terdapat 7 tip pengaturan kamera dari unsur segitiga exposure yang sesuai dengan situasi dan kondisi cahaya pada sekitar objek foto yakni:


1. Cahaya Siang Hari atau Terang
⦁ ISO: Rendah (100-200)
⦁ Aperture: f/8 – f/16
⦁ Shuter Speed: Disesuaikan, contoh 1/100s atau lebih cepat


2. Golden Hour atau Matahari terbit dan terbenam
⦁ ISO: 100-400, naikan lebih tinggi jika perlu
⦁ Aperture: f/4 – f/11
⦁ Shuter Speed: Disesuaikan, contoh 1/60s atau 1/25s


3. Cahaya Berawan atau Mendung
⦁ ISO: 200-800
⦁ Aperture: f/4 – f/8
⦁ Shutter Speed: Disesuaikan, contoh 1/60s atau 1/25s


4. Blue Hour atau Senja
⦁ ISO: 400-1.600
⦁ Aperture: f/2.8 – f/5.6
⦁ Shutter Speed: Lebih lambat, contoh 1/30s, 1/15s, atau guakan tripod dan lama eksposure


5. Cahaya Malam Hari
⦁ ISO: 800-3200 atau lebih tinggi tergantung kamera
⦁ Aperture: f/1.4 – f/4 disesuiakn dengan lensa yang digunakan
⦁ Shutter Speed: Lambat, contoh 1/15s hingga beberapa detik atau gunakan tripod

6. Cahaya di Dalam Ruangan
⦁ ISO: 400-3200 (tergantung seberapa terang cahaya ruang
⦁ Aperture: f/2.8 – f/5.6
⦁ Shutter Speed: Disesuaikan, contoh 1/60s atau lebih lama jika ada subjek bergerak


7. Cahaya dari Belakang Subjek
⦁ ISO: 200-800
⦁ Aperture: Disesuaikan
⦁ Pertimbangkan penggunaan flash atau reflecture untuk mengisi cahaya pada subjek


Tips berikut semoga bisa dicoba karena ilmu fotografi sejatinya adalah ilmu praktik, dimana jika sering melakukan pratik foto menggunakan kamera maka akan lebih baik kecakapan dalam fotografi. (Putri Hanna)

Baca Juga: Cegah Dehidrasi, Minum Air Putih 8 Gelas Per Hari Hadapi Cuaca Panas Ekstrem

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#teknologi #diafragma #Fotografer #kamera #setting #fotografi #exposure