Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kamu Suka Bully Teman, atau Pernah jadi Korban? Ini Faktor Penyebabnya !

Meitika Candra Lantiva • Jumat, 29 September 2023 | 03:00 WIB

 

Ilustrasi seorang anak mendapatkan perundungan atau bully oleh temannya di sekolah. (Halodoc)
Ilustrasi seorang anak mendapatkan perundungan atau bully oleh temannya di sekolah. (Halodoc)


RADAR JOGJA - Fenomena bullying atau tindakan indimidasi yang dilakukan oleh anak-anak di bawah umur semakin memprihatinkan.

Bahkan peristiwa bullying yang terjadi di lingkungan sekolah semakin marak. Dan mirisnya lagi, bullying dilakukan antar sesama siswa hingga mengarah ke hal serius.

 

Maraknya kasus bullying di bawah umur, menjadi tantangan serius.


Sebab, bullying yang dilakukan oleh anak-anak tersebut dapat mencakup berupa tindakan merendahkan lawan. Baik bullying secara verbal maupun non verbal.

Bahkah ada beberapa kasus ditemukan anak di bawah umur bisa melakukan tindakan di luar nalar, dengan melukai fisik korban.

Aktivitas tidak terpuji pun bisa saja terjadi di lingkungan sehari-hari. Seperti di sekolah, taman bermain hingga lingkungan rumah.


Ada beberapa faktor penyebab maraknya tindakan bullying yang dilakukan oleh anak-anak di bawah umur, antara lain:


Pengaruh Lingkungan


Lingkungan tempat tinggal sebagai tempat anak-anak tumbuh dapat mempengaruhi perilaku mereka.

Ketidakstabilan keluarga hingga keditakseimbangan dalam pengasuhan nantinya dapat berpengaruh pada anak dan mendorong terciptanya perilaku bullying.


Akses ke Teknologi


Beberpa tahun belakangan ini anak-anak memiliki akses lebih besar untuk masuk ke teknologi, seperti smartphone hingga media sosial.

Nah, akses ke teknologi ini menjadi faktor berikutnya, memungkinkan timbulnya pelaku-pelaku bullying di bawah umur. 

Mereka melalukan tindakan tercela tersebut, melalui media pesan teks, media sosial atau platform daring lainnya.


Kurangnya Pendidikan dan Kesadaran


Terkadang, anak-anak yang masih belum cukup memahami terkait dampak buruk bullying sering kali bertindak semaunya.

Pada situasi seperti ini penting untuk menanamkan sikap menghargai dan menghormati orang lain. 


Untuk mengatasi tindakan bullying yang kian hari kian marak tersebut, ada beberapa tindakan yang mungkin dapat dipraktekkan dalam sehidupan sehari-hari. 

 


Pendidikan dan Kesadaran


Melalui program pendidikan yang berfokus pada edukasi menumbuhkan sikap empati, toleransi dan pengharagaan terhadap setiap perbedaan penting dilakukan.

Untuk menekan fenomena bullying tersebut.


Dukungan Psikologis


Dari kasus anak-anak yang sempat terlibat kasus bullying, baik itu korban maupun pelaku, seharusnya mendapatkan dukungan psikologis.

Yakni dengan melalu konseling dan terapi, yang nantinya akan membantu mereka dalam mengatasi dampak emosional dalam diri mereka.


Kerja Sama Orang Tua dan Sekolah


Orang tua dan sekolah tentunya harus bisa bekerja sama dalam mendeteksi dan mengatasi tindak bullying ini.

Pengenalan hingga pemahaman untuk mengetahui tanda-tanda bullying penting untuk pendidik dan orang tua agar nantinya kasus bullying dapat teruraikan.


Hukuman dan Konsekuensi


Setiap pelaku tindak bullying ini perlu menanggung setiap konsekuensi sesuai tindakan yang telah mereka lakukan.

Meliputi, pemberian hukuman, pemahaman atas kesalahan mereka hingga perubahan perilaku.


Maraknya bullying yang dilakukan oleh anak-anak di bawah umur, merupakan fenomena yang sangat membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.

Dengan dilakukannya tindakan dengan kesadaran yang tepat, diharapkan masalah ini cepat teratasi. (Trimina Klara)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#kasus bully #anak di bawah umur #faktor penyebab #Perundungan #tantangan #bullying anak #bullying #bully di sekolah